Sudaryono Sebut Danantara Bawa Perubahan, BUMN Berbalik Catat Kinerja Positif

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono/IG

Generasi.co, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperbaiki tata kelola perusahaan negara sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya yang dikutip pada Jumat (3/7/2026). Menurut dia, kehadiran Danantara merupakan respons atas berbagai persoalan yang selama ini membayangi kinerja badan usaha milik negara (BUMN), termasuk tingginya beban utang dan kerugian yang dialami sejumlah perusahaan pelat merah.

Sudaryono mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah dengan menandatangani Keputusan Presiden Nomor 30 pada Februari 2025 yang menjadi dasar berdirinya BPI Danantara.

“Hasilnya bisa kita saksikan sekarang. Laporan keuangan April 2025 hingga April 2026 menunjuk angka hijau. Kerugian berubah menjadi keuntungan,” ujar Sudaryono.

Ia menyebut sejumlah BUMN mulai menunjukkan perbaikan kinerja. Menurutnya, Semen Indonesia bangkit, Danareksa mencatat peningkatan kinerja, InJourney membukukan laba, sementara Pertamina disebut mengalami penguatan.

Sudaryono menegaskan kepercayaan masyarakat harus dijawab melalui tata kelola yang profesional. Menurutnya, dana yang berasal dari kewajiban masyarakat kepada negara harus dikelola secara bertanggung jawab.

“Kepercayaan publik harus dijawab menggunakan tata kelola profesional. Saat warga menunaikan kewajiban, negara wajib mengelola dana tersebut sebaik mungkin,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah saat ini tengah membangun fondasi kemandirian ekonomi sehingga praktik salah urus yang merugikan negara tidak boleh kembali terjadi.

“Kita sedang membangun kemandirian ekonomi. Tidak boleh ada lagi salah urus. Tidak boleh ada lagi kerugian di tengah ketaatan warga,” tegas Sudaryono.