Generasi.co, JAKARTA – Pengalaman seorang ibu rumah tangga asal Texas, Amerika Serikat, menjadi perbincangan di media sosial setelah ia mengaku menemukan gumpalan jamur hitam di dalam implan payudara yang baru diangkat dari tubuhnya. Meski kasus seperti ini tergolong sangat jarang, temuan tersebut kembali memicu perhatian terhadap keamanan penggunaan implan payudara.
Lauren membagikan kisahnya melalui media sosial dengan memperlihatkan dua kantong berisi implan saline yang telah diangkat. Di dalam masing-masing implan tampak gumpalan hitam yang, menurutnya, sudah berada di dalam kantong implan saat dikeluarkan dari tubuh.
“Mungkin bagi sebagian orang ini terlalu mengganggu untuk dilihat, tetapi saya berharap pengalaman ini bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” ujar Lauren, dikutip melalui NY Post.
Ia menjelaskan, keputusan menjalani operasi pengangkatan implan diambil setelah mengalami berbagai keluhan kesehatan. Mulai dari biduran yang muncul tanpa sebab, alergi gluten yang baru dialami, mual dan muntah hampir setiap hari, nyeri sendi, sakit kepala, gangguan kecemasan, hingga depresi.
“Kulit saya berubah dan menua dengan cara yang tidak biasa. Saya mengalami mual dan muntah hampir setiap hari. Saya juga merasakan nyeri sendi, sakit kepala, kecemasan yang sangat tinggi, bahkan depresi, padahal sebelumnya saya tidak pernah mengalaminya,” katanya.
Menurut Lauren, hampir seluruh keluhan tersebut berangsur hilang setelah implan diangkat. Pengalaman itu mendorongnya mengingatkan masyarakat bahwa penggunaan implan saline tidak sepenuhnya bebas risiko.
“Implan saline bukan berarti sepenuhnya aman,” ujarnya.

Kasus tumbuhnya jamur di dalam implan payudara disebut sangat langka. Kondisi itu dapat terjadi apabila segel implan mengalami gangguan sehingga memungkinkan jamur berkembang di dalam kantong implan.
Jenis jamur yang paling sering ditemukan adalah Aspergillus, yang umumnya tampak sebagai jamur berwarna hitam, serta beberapa spesies Candida.
Laporan serupa juga pernah ditemukan pada pasien lain yang mendapati endapan berwarna oranye di dalam implannya. Sebagian dari mereka kemudian melaporkan gejala yang dikaitkan dengan breast implant illness (BII), berupa nyeri otot dan sendi, kelelahan, gangguan konsentrasi, penurunan daya ingat, rambut rontok, ruam kulit, hingga gangguan kesehatan mental.
Namun hingga kini, BII masih menjadi perdebatan di dunia medis karena belum terdapat bukti ilmiah yang secara pasti menunjukkan hubungan sebab akibat antara implan payudara dengan munculnya gejala sistemik tersebut.
Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sebelumnya telah menerbitkan pembaruan informasi keamanan terkait implan payudara setelah menerima laporan mengenai kasus karsinoma sel skuamosa serta berbagai jenis limfoma yang ditemukan pada kapsul maupun jaringan parut di sekitar implan.
Meski implan payudara secara umum masih dinilai aman, pandangan para dokter mengenai BII belum sepenuhnya sama. Sebagian menilai keluhan pasien tidak berkaitan langsung dengan implan, sementara sebagian lainnya mendukung perlunya penelitian lebih lanjut.
Dalam pembaruan yang diterbitkan pada 2020, FDA menyatakan belum memiliki bukti yang dapat memastikan bahwa implan payudara menyebabkan gejala sistemik. Namun, lembaga tersebut mengakui sebagian pasien melaporkan kondisinya membaik setelah implan diangkat dan mendorong penelitian lanjutan mengenai keamanan penggunaan implan payudara.










