Kredit BNI Tembus Rp968,5 Triliun pada Semester I 2026, Tumbuh 24,4 Persen

BNI Himpun USD700 Juta dari AT1, Permintaan Investor Oversubscribe 3,6 Kali/Ist.

Generasi.co, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyalurkan kredit sebesar Rp968,5 triliun hingga semester I-2026, meningkat 24,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi di berbagai sektor ekonomi dan segmen bisnis.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri dan profil risiko setiap debitur agar pertumbuhan bisnis tetap diiringi kualitas portofolio.

“Ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri serta profil risiko masing-masing debitur guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio,” kata Paolo dalam siaran pers, dikutip Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 34,6 persen secara tahunan. Kredit modal kerja tumbuh 29,8 persen, sedangkan kredit konsumer meningkat 9,1 persen.

Kenaikan penyaluran kredit turut mendorong pertumbuhan bisnis inti perseroan. Pendapatan bunga BNI mencapai Rp38,63 triliun atau naik 14,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban bunga meningkat 15,94 persen menjadi Rp16,34 triliun. Meski demikian, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tetap tumbuh 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp22,3 triliun.

Kualitas kredit BNI juga menunjukkan perbaikan dengan rasio non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 1,93 persen dari sebelumnya 1,95 persen. Sementara itu, NPL net naik tipis menjadi 0,72 persen dari 0,69 persen.

Pada sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) BNI mencapai Rp1.100,18 triliun hingga akhir Juni 2026 atau meningkat 28 persen secara tahunan.

Seiring pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana, rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) meningkat menjadi 87,73 persen.

Dari sisi profitabilitas, BNI membukukan laba bersih sebesar Rp10,8 triliun pada semester I-2026, tumbuh 5,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.