Generasi.co, Sleman – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama Rabu Biru Foundation merevitalisasi Posyandu Matahari di Kaliurang, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai bagian dari implementasi program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Melalui revitalisasi tersebut, Posyandu Matahari diproyeksikan menjadi pusat pemantauan kesehatan ibu dan anak selama periode 1.000 HPK yang dinilai menjadi fase krusial dalam mencegah tengkes sekaligus menyiapkan Generasi Emas 2045.
Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Dinne Shovia Tresna Amalia mengatakan Posyandu Matahari akan berperan sebagai agent of monitoring perkembangan kesehatan ibu dan anak.
“Posyandu ini akan memantau tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu, ini adalah investasi periode emas agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan dapat membawa Indonesia lebih baik,” kata Dinne saat peresmian Posyandu Matahari Kaliurang di Sleman, Selasa.
Menurut Dinne, masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode emas yang menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan tengkes.
Peresmian Posyandu Matahari juga diarahkan menjadi model Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk memperkuat layanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi, dan balita.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan revitalisasi tersebut tidak hanya menghadirkan pembaruan fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas kader posyandu, edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, hingga pengembangan ketahanan pangan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan kemitraan dan gotong royong multipihak. Pemkab Sleman sangat terbuka terhadap kerja sama maupun program TJSL yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Harda.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Sleman siap mendukung penuh revitalisasi Posyandu Matahari agar menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Sleman.
Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundation Toro Sudarmadi mengatakan organisasinya berfokus pada tiga pilar utama, yakni kesehatan, gizi, dan pangan, dengan cita-cita menjadikan posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bank BRI melalui BRI Peduli, Kementerian Kesehatan, serta Pemda Sleman atas dukungannya sehingga hari ini kita bisa menyaksikan kolaborasi lintas sektoral yang terwujud lewat revitalisasi Posyandu Matahari,” kata Toro.










