Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menjadi tamu utama Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada 3 September 2026. Di sela agenda tersebut, Prabowo juga akan bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Penasihat Utama Presiden Rusia Vladimir Putin, Yury Ushakov, menyampaikan rencana tersebut. Ia mengatakan Prabowo akan menjadi tamu utama dalam forum ekonomi yang digelar di Vladivostok.
“Kali ini Presiden Indonesia Bapak Subianto menjadi tamu utama Eastern Economic Forum ke-11,” kata Ushakov, dikutip Senin (31/8/2026).
Putin sebelumnya juga mengungkapkan rencana pertemuan dengan Prabowo di Vladivostok. Pernyataan itu disampaikan Putin melalui pesan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus.
“Saya tentu menantikan pertemuan kita di Vladivostok pada awal September,” kata Putin seperti dilansir situs resmi Kremlin.
Dalam pesannya, Putin menilai hubungan Rusia dan Indonesia berkembang dengan baik. Ia menyebut perkembangan tersebut tercermin dari berbagai kontak produktif antara Moskow dan Jakarta.
Putin juga mengatakan kedua negara akan terus memperluas kemitraan yang saling menguntungkan, baik secara bilateral maupun melalui BRICS, Dialog Rusia-ASEAN, serta berbagai forum internasional lainnya.
“Hubungan antara Moskow dan Jakarta berkembang dengan sangat baik, sebagaimana dibuktikan oleh hubungan produktif kami dengan Anda. Tidak diragukan lagi, kami akan terus melakukan upaya bersama yang konstruktif untuk semakin memperluas kemitraan yang saling menguntungkan, baik secara bilateral maupun dalam kerangka BRICS, Dialog Rusia-ASEAN, serta berbagai forum internasional lainnya,” tuturnya.
Selain Prabowo, sidang pleno EEF akan dihadiri sejumlah pemimpin negara dan pejabat tinggi. Mereka antara lain Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, dan Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang.
Putin menilai penguatan hubungan Rusia dan Indonesia akan memberikan manfaat bagi kedua negara. Menurut dia, kerja sama tersebut juga dapat berkontribusi terhadap penguatan keamanan dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik serta dunia.










