Eddy Soeparno Dorong Kolaborasi Atasi Sampah di Solo dan Yogyakarta

Waket MPR Eddy Soeparno dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo (Sumber: MPR)
Waket MPR Eddy Soeparno dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo (Sumber: MPR)

Eddy Soeparno temui Wali Kota Solo dan Yogyakarta bahas krisis sampah dan dorong solusi WTE. Dukung revisi Perpres sampah dan kolaborasi pusat-daerah.

Generasi.co, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno melakukan kunjungan kerja ke Kota Surakarta dan Yogyakarta sebagai bagian dari upaya memfasilitasi pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah.

Kunjungan ini melanjutkan agenda serupa yang telah dilakukan Eddy ke sejumlah wilayah, termasuk bertemu dengan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Wali Kota Bogor Dedie Rahim, dan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, serta meninjau langsung PLTSa Benowo di Surabaya.

Di Solo, Eddy mengawali kegiatannya dengan meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo. Ia disambut Wali Kota Surakarta Respati Ardi bersama jajaran Direksi PLTSa dan perwakilan PLN UID Jateng–DIY. Usai dari Solo, Eddy melanjutkan kunjungannya ke Yogyakarta untuk bertemu Wali Kota Hasto Wardoyo di rumah dinasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Eddy menekankan pentingnya penanganan serius terhadap sampah, khususnya di kota-kota besar.

“Saat ini kita menghadapi potensi krisis sampah yang terjadi di kota-kota besar dan harus segera diatasi. Apalagi Solo dan Yogyakarta adalah destinasi wisata internasional dan kota yang kaya dengan peninggalan warisan budaya. Tentu permasalahan sampah ini harus dicarikan solusinya segera,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/8/2025).

Eddy juga menegaskan kolaborasi menjadi kunci dalam mengatasi krisis ini.

“Karena itu kehadiran kami tentu untuk memberikan dukungan sekaligus memfasilitasi pemerintah daerah mengatasi masalah sampah. Karena mengatasi krisis sampah adalah kerja kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN dan bahkan juga swasta,” lanjutnya.

Menurut Eddy, kunjungan dan dialog ini dilakukan atas arahan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang mendorong agar penanganan sampah dilakukan secara cepat dan efisien, mengingat tingkat urgensinya yang tinggi.

Ia juga menyampaikan dirinya saat ini terlibat aktif dalam proses revisi Peraturan Presiden (Perpres) mengenai penanganan sampah, bersama Menko Pangan dan sejumlah kementerian terkait.

“Alhamdulillah dalam rangkaian pertemuan ini kami mendapatkan masukan dari Walikota Solo maupun dari Walikota Yogyakarta mengenai masalah sampah yang dihadapi pemda serta aspirasi agar kebijakan penanganan sampah ini tepat sasaran. Aspirasi dan masukan ini menjadi bahan penting dalam penyempurnaan revisi Perpres sampah yang saat ini sedang berjalan,” ungkap Eddy, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PAN.

Ia menambahkan, MPR sebagai lembaga yang mengedepankan semangat kolaboratif akan terus mendorong percepatan solusi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi Waste to Energy (WTE).

“Kenapa teknologi waste to energy? Karena pendekatan ini bisa memberikan dua manfaat sekaligus, yang pertama adalah mengurangi secara signifikan tumpukan sampah yang tidak bisa ditampung di TPA dan menghasilkan sumber energi terbarukan. Saat ini yang sudah berjalan antara lain di PLTSa Benowo Surabaya dan PLTSa Putri Cempo Solo,” jelasnya.

Menutup kunjungan kerjanya, Eddy menegaskan komitmennya untuk terus menjalin sinergi dengan berbagai daerah dalam mengakselerasi penanganan sampah nasional.

“Setelah dari Bandung, Tangsel, Solo dan Yogyakarta ini kami berkomitmen terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah lainnya untuk membantu, mempercepat dan mempermudah dalam upaya mengatasi masalah sampah,” pungkasnya.

(mpr.go.id)