Generasi.co, WASHINGTON – Rover Perseverance milik NASA menemukan bukti baru yang memperkuat dugaan bahwa Mars pernah memiliki kondisi yang mendukung kehidupan miliaran tahun lalu. Penemuan itu berupa karbon kompleks dalam dua sampel batuan lumpur yang dikumpulkan dari formasi Bright Angel di Kawah Jezero.
Tim peneliti menyebut temuan tersebut sebagai deteksi material organik paling kuat yang pernah ditemukan di Kawah Jezero dan satu-satunya penemuan karbon makromolekul pada permukaan batu alami di Mars sejauh ini.
“Pengukuran pada dua batuan lumpur menunjukkan ratusan deteksi organik, menjadikannya deteksi organik paling kuat di Kawah Jezero hingga saat ini,” tulis para peneliti dalam studi terbaru mereka, seperti dilansir melalui Yahoo News.
Sampel tersebut diambil di lokasi yang sebelumnya juga menghasilkan bukti kemungkinan adanya kehidupan mikroba purba di Planet Merah.
Awal tahun ini, rover Curiosity milik NASA juga menemukan molekul organik yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya. Temuan itu disebut kembali mengonfirmasi bahwa Mars kuno memiliki kondisi kimia yang mendukung kehidupan.
Peneliti menjelaskan bahwa memahami asal-usul karbon organik di bebatuan Mars menjadi kunci untuk menjawab apakah kehidupan pernah muncul di planet tersebut.
“Karbon adalah bahan pembangun utama kehidupan di Bumi, dan semua makhluk hidup tersusun dari makromolekul organik yang kompleks,” kata salah satu penulis utama studi, Ashley Murphy, peneliti di Planetary Science Institute.
Meski demikian, para ilmuwan belum dapat memastikan apakah karbon yang ditemukan di batuan tersebut dihasilkan oleh organisme hidup atau proses nonbiologis.
Ilmuwan planet dari Washington University di St. Louis, Paul Byrne, mengatakan karbon itu bisa berasal dari meteorit, debu kosmik, reaksi hidrotermal, atau bahkan proses biologis.
“Karbon baru ini bisa berasal dari meteorit atau debu kosmik, proses abiotik seperti reaksi hidrotermal, atau bisa juga bersifat biologis,” ujar Byrne.
Dalam penelitian itu, tim menggunakan instrumen spektrometer Raman milik Perseverance untuk memetakan sebaran karbon di dalam sampel batuan.
Salah satu batuan mengandung karbon organik di dalam matriks silikat, sedangkan batu lainnya menyimpan karbon yang berkaitan dengan mineral karbonat dan sulfat. Kondisi karbon pada kedua batu tersebut juga dinilai belum banyak mengalami pelapukan.
Meski menjadi petunjuk penting, NASA menegaskan sampel-sampel tersebut perlu dibawa ke Bumi untuk diteliti lebih lanjut guna memastikan apakah karbon itu benar-benar berkaitan dengan kehidupan purba.
Perseverance saat ini telah mengumpulkan puluhan sampel batuan yang direncanakan untuk dikembalikan ke Bumi melalui program Mars Sample Return.
Namun, jadwal pengembalian sampel masih belum pasti setelah NASA merombak program tersebut dan mempertimbangkan dua skema baru yang lebih murah, yakni menggunakan sistem sky crane atau wahana pendarat komersial.
Mantan Administrator NASA Bill Nelson sebelumnya menyatakan proses pengembalian sampel itu dapat dimulai paling cepat pada 2035 dan paling lambat pada 2039.










