Wakil Ketua MPR Ibas ajak bangsa bangun peradaban berakhlak, persatuan, dan kemajuan lewat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Generasi.co, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk mengajak bangsa Indonesia membangun peradaban berlandaskan akhlak, persatuan, dan kemajuan.
Hal tersebut disampaikan Ibas saat membuka acara perayaan Maulid Nabi sebagai Inspirasi Peradaban Akhlak, Persatuan & Kemajuan yang digelar di Jakarta, dihadiri oleh para ulama, pengasuh pondok pesantren, santri, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Ibas mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani Rasulullah SAW dalam menciptakan masyarakat yang berkeadaban dan berkepribadian luhur. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an.
“Laqad kāna lakum fī Rasūlillāhi uswatun ḥasanah, sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu. QS. Al-Ahzab: 21,” kutipnya, Rabu (17/9/2025).
Ibas juga mengingatkan kondisi dunia yang penuh luka akibat konflik berkepanjangan di berbagai wilayah seperti Gaza, Sudan, Ukraina, Myanmar, dan lain-lain. Ia menegaskan demokrasi tanpa akhlak hanya akan menimbulkan keributan, bukan kebaikan.
“Rasulullah membangun Madinah bukan dengan kekuasaan, tapi dengan keteladanan,” ujar Ibas.
Ia juga menekankan pentingnya revolusi akhlak di seluruh aspek kehidupan, mulai dari ruang kelas hingga ruang kekuasaan, dan dari pasar umum sampai gedung parlemen.
Selain menyerukan pentingnya persatuan antara ulama, umara, santri, dan rakyat, Ibas juga memaparkan sejumlah program yang sedang ia kawal, seperti beasiswa santri (PIP), digitalisasi pesantren, serta penguatan kurikulum diniyah dan vokasi.
Ia juga mendorong pendirian Kementerian Haji dan Umroh, program makan bergizi gratis untuk anak sekolah dan santri, serta memperjuangkan tunjangan dan sertifikasi guru ngaji, guru madrasah, dan guru pesantren.
“Karena kami percaya, guru adalah pahlawan peradaban,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Ibas menyerukan sinergi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan tiga fondasi utama: demokrasi yang berakhlak, aspirasi yang menyatukan, serta nilai kebangsaan yang ditanam sejak dini.
“Khairun naas anfa’uhum linnaas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruquthni,” kutipnya.
“Mari kita satukan langkah, jaga ukhuwah, dan perkuat persaudaraan kebangsaan,” tutup Ibas.
Tanggapan positif juga datang dari Pimpinan Pesantren Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, yang menekankan keteladanan, kepercayaan, kebersamaan, dan barokah adalah kunci membangun peradaban.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Demokrat Nanang Samodra menyoroti perlunya implementasi serius UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren yang masih kurang ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan pendanaan dan pembinaan karakter santri di era digital.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran anggota Komisi VIII Fraksi Demokrat, antara lain Achmad, Nanang Samodra dan Zulfikar Achmad serta para pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.










