Dukung Makan Bergizi Gratis, BNI Salurkan Kredit Rp1,5 Triliun

Aplikasi wondr by BNI (Sumber: BNI)
Aplikasi wondr by BNI (Sumber: BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan pemerintah.

Direktur Utama BNI, Purnama Wahju Setiawan, mengungkapkan bahwa pembiayaan tersebut disalurkan kepada ratusan debitur yang terlibat dalam ekosistem penyediaan makanan.

“BNI telah memberikan pembiayaan untuk 577 debitur dengan total pinjaman mencapai Rp1,5 triliun,” ujar Purnama dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (26/1).

Integrasi Digital 6.560 Dapur

Selain pembiayaan, Purnama memaparkan peran BNI dalam digitalisasi sistem pembayaran program tersebut. Tercatat sebanyak 6.560 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terhubung dengan layanan BNI Direct.

Angka ini setara dengan 34 persen dari total 19.188 dapur yang beroperasi dalam program MBG.

“Dengan volume transaksi mencapai Rp26 triliun,” tambahnya.

Fokus Kredit UMKM dan Sektor Prioritas

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Commercial Banking BNI, Muhammad Iqbal, menegaskan komitmen perseroan untuk terus menggenjot penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas yang berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan.

Sektor tersebut meliputi industri padat karya, perumahan, hingga program pemerintah seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis.

Hingga September 2025, BNI mencatat pertumbuhan positif pada kredit segmen menengah sebesar 14,3 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, kredit UMKM non-KUR juga naik 13,9 persen (YoY) menjadi Rp46,3 triliun.

Untuk menjaga kualitas kredit, Iqbal menyebut BNI telah menerapkan alat penilaian risiko (robust credit scoring tools) yang akurat sejak 2024, serta strategi Tactical Account Planning (TAP) guna mengoptimalkan profitabilitas nasabah.