Eddy Soeparno dorong kolaborasi regional untuk teknologi CCS/CCUS sebagai solusi transisi energi dan motor ekonomi hijau di Asia.
Generasi.co, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno membuka secara resmi The 5th Asia CCUS Network Forum yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (10/9). Forum bergengsi ini mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk mengeksplorasi pengembangan teknologi Carbon Capture, Utilisation and Storage (CCUS) serta peluang komersialisasi daur ulang karbon di kawasan Asia.
Dalam sambutan pembukanya, Eddy menegaskan isu dekarbonisasi dan transisi energi harus dilihat sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjamin keberlanjutan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.
“Kita berada pada titik krusial dalam perjalanan menuju transisi energi. Asia, dengan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi energinya yang tinggi, tidak hanya dituntut untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga untuk memimpin dalam menghadirkan solusi inovatif. Teknologi CCS dan CCUS adalah salah satu kunci untuk menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.
Eddy juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama lintas negara dalam mempercepat implementasi proyek CCS/CCUS, termasuk pengembangan proyek lintas batas (cross-border CCS) yang memerlukan sinergi dalam hal kebijakan, regulasi, dan pembiayaan.
Ia mengapresiasi kolaborasi antara ERIA (Economic Research Institute for ASEAN and East Asia), METI Jepang, dan Kementerian ESDM RI yang menjadi motor penggerak forum ini. Menurut Eddy, kolaborasi semacam ini harus diperluas ke sektor industri, akademisi, dan lembaga keuangan.
“Forum ini menjadi ruang bagi kita untuk mempertemukan kepentingan industri, pemerintah, akademisi, dan lembaga keuangan. Hanya dengan kerja sama lintas sektor, kita dapat mendorong CCS/CCUS bukan sekadar proyek penelitian, tetapi menjadi solusi komersial yang mampu memperkuat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru,” tambahnya.
Sebagai akademisi yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi XII, Eddy menyoroti bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam penyimpanan karbon. Potensi ini, katanya, seharusnya dimanfaatkan untuk membangun posisi Indonesia sebagai pusat CCS/CCUS di kawasan.
“Indonesia siap menjadi hub utama dalam pengembangan CCS/CCUS di Asia. Dengan dukungan regulasi yang tepat dan keterlibatan investor global, kita dapat menjadikan potensi ini sebagai motor penggerak ekonomi hijau nasional sekaligus kontribusi nyata bagi target net zero emission,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Eddy mengajak seluruh peserta forum untuk tidak hanya berhenti pada tataran diskusi, melainkan melahirkan kesepakatan konkret.
“Saya berharap pertemuan ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan aksi nyata dan kesepakatan implementatif yang memperkuat posisi Asia sebagai pusat inovasi dan kolaborasi CCS/CCUS dunia,” pungkasnya.










