Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberi pembaruan terkini terkait pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) dan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN). Pembentukan dua badan ini merupakan realisasi janji Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi nasib pekerja.
Dasco memastikan pemerintah bergerak cepat dengan menggelar serangkaian pertemuan maraton yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hingga perwakilan serikat buruh.
“Sampai dengan saat ini sudah ada beberapa kali pertemuan dan masih akan digelar beberapa kali lagi,” ujar Dasco usai pembukaan Rakornas II & Rakernas IV KSPSI di Jakarta, Kamis (12/2).
Mensesneg Jadi Inisiator
Politikus Partai Gerindra ini mengungkapkan bahwa Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bertindak sebagai inisiator dalam perundingan-perundingan tersebut.
Meski demikian, Dasco belum merinci target penyelesaian maupun tanggal pasti pertemuan lanjutan. Ia menekankan bahwa proses pembahasan masih terus berjalan dinamis untuk mematangkan struktur dan fungsi lembaga tersebut.
Fokus Pencegahan dan Sistem Daring
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Satgas PHK tidak hanya akan mengurusi kasus pemecatan, tetapi juga fokus pada pencegahan melalui penciptaan lapangan kerja baru.
Pemerintah juga tengah menyiapkan sistem pelaporan daring (online) agar setiap perusahaan bisa melaporkan potensi masalah ketenagakerjaan secara real-time.
“Terkait dengan Satgas PHK, yang utama dari pencegahan PHK adalah penciptaan lapangan kerja. Jadi kami sudah menyelesaikan dan membahas persoalan sektoral tetapi detail,” jelas Airlangga.
Janji May Day Prabowo
Rencana pembentukan DKBN dan Satgas PHK pertama kali dicetuskan Presiden Prabowo saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2025 lalu di Monas. Kala itu, Prabowo berjanji negara akan turun tangan jika ada PHK sewenang-wenang.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal sempat membocorkan bahwa DKBN kemungkinan akan dipimpin oleh pejabat setingkat menteri.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, Presiden Prabowo akan mengumumkan susunan komposisi personalia DKBN,” tutur Said.










