Kasus influenza atau flu dilaporkan meningkat pesat di Amerika Serikat, didorong oleh kemunculan varian baru virus flu yang dikenal sebagai subclade K. Lonjakan kasus ini diperkirakan masih akan berlanjut, terutama seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim libur akhir tahun.
Dilansir dari Associated Press (AP), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Selasa melaporkan tingkat penyakit flu yang tinggi hingga sangat tinggi di lebih dari separuh negara bagian. Secara historis, musim flu di AS memang biasanya mulai meningkat pada Desember.
Jutaan Kasus dan Ribuan Kematian
CDC memperkirakan, hingga sejauh ini musim flu telah menyebabkan sedikitnya 7,5 juta kasus, 81.000 rawat inap, dan 3.100 kematian. Angka tersebut termasuk setidaknya delapan kematian anak, berdasarkan data per 20 Desember, sebelum berlangsungnya pertemuan besar saat libur Natal dan Tahun Baru.
Beberapa wilayah mencatat lonjakan signifikan. Negara Bagian New York, misalnya, melaporkan 71.000 kasus flu dalam satu pekan, menjadikannya jumlah tertinggi yang pernah tercatat sejak 2004.
Meski demikian, para ahli menilai masih terlalu dini untuk memastikan apakah musim flu kali ini akan separah musim dingin sebelumnya.
Apa Itu Varian Subclade K?
Virus influenza dikenal sangat mudah bermutasi dan memiliki berbagai bentuk. Subclade K merupakan versi mutasi dari virus flu tipe A H3N2, salah satu strain yang selama ini dikenal paling agresif, khususnya bagi kelompok lansia.
Meski bukan jenis flu yang sepenuhnya baru, mutasi pada subclade K cukup signifikan sehingga dapat menghindari sebagian perlindungan dari vaksin flu tahun ini, menurut pakar virologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Andrew Pekosz.
Efektivitas Vaksin Masih Ada
Kendati kecocokan vaksin terhadap subclade K tidak sempurna, para ahli menegaskan bahwa vaksin flu masih memberikan perlindungan penting, terutama dalam mencegah penyakit berat dan rawat inap.
Analisis awal di Inggris menunjukkan bahwa vaksin flu musim ini tetap memberikan perlindungan parsial, termasuk menurunkan risiko seseorang harus dirawat di rumah sakit.
Namun, tingkat vaksinasi masih tergolong rendah. CDC mencatat baru sekitar 42 persen orang dewasa dan anak-anak di AS yang menerima vaksin flu musim ini.
Siapa yang Paling Berisiko?
Flu dinilai sangat berbahaya bagi kelompok rentan, seperti:
- Lansia usia 65 tahun ke atas
- Ibu hamil
- Anak-anak
- Penderita penyakit kronis, termasuk asma, diabetes, penyakit jantung
- Individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah
CDC dan organisasi medis utama di AS merekomendasikan vaksin flu untuk semua orang berusia 6 bulan ke atas.
Vaksin flu tahun ini dirancang untuk melindungi dari tiga strain influenza, dan dinilai masih efektif melawan flu H1N1 dan flu tipe B yang juga berpotensi beredar.
Selain suntikan, tersedia pula vaksin semprot hidung FluMist untuk usia 2 hingga 49 tahun. Untuk pertama kalinya, sebagian orang bahkan diperbolehkan melakukan vaksinasi FluMist secara mandiri di rumah.










