Generasi.co, London – Influencer dan pengusaha Inggris-Nigeria Igho ‘Tiny’ Ubiribo meninggal dunia setelah filler yang disuntikkan dalam prosedur pembesaran penis masuk ke aliran darah dan menyumbat pembuluh darah di paru-parunya.
Kematian Ubiribo, yang juga dikenal secara daring sebagai Denisi atau Ego, secara resmi dinyatakan sebagai akibat emboli paru yang disebabkan prosedur kosmetik tersebut. Putusan itu disampaikan Coroner Jean Harkin dalam pemeriksaan kematian di Inner West London Coroner’s Court.
Ubiribo menjalani prosedur itu di Thailand pada Maret 2026 saat berlibur bersama istrinya, desainer fesyen asal Zimbabwe Danielle Simba Allen. Dalam prosedur tersebut, sebanyak 40 mililiter asam hialuronat yang dicampur lidokain disuntikkan di sebuah klinik yang tidak disebutkan namanya.
Hasil pemeriksaan jenazah di Inggris menemukan material seluler di paru-paru Ubiribo yang sesuai dengan asam hialuronat yang digunakan dalam suntikan. Material tersebut masuk ke sistem peredaran darah dan terbawa ke pembuluh darah paru hingga menghambat aliran darah.
Setelah menjalani prosedur, Ubiribo dan Allen pergi untuk dipijat. Saat itu, Ubiribo mulai mengeluhkan nyeri dada dan dua kali ambruk. Ia kemudian dilarikan dengan ambulans ke Sukhumvit Hospital di Bangkok.
Ubiribo masih dalam kondisi sadar dan dapat menjawab pertanyaan ketika tiba di rumah sakit. Allen memberi tahu dokter mengenai suntikan filler yang baru dijalani suaminya.
Dokter kemudian mendiagnosis Ubiribo mengalami emboli paru dan memindahkannya ke ruang perawatan intensif. Tim medis melakukan resusitasi jantung-paru selama lebih dari 100 menit, tetapi Ubiribo meninggal pada dini hari 6 Maret 2026.
Ia sempat kehilangan kesadaran sebelum dokter dapat melakukan pemindaian CT yang direkomendasikan.
Kematian Ubiribo sebelumnya dilaporkan secara keliru sebagai akibat serangan jantung saat berada di Filipina. Temuan coroner kemudian menetapkan bahwa ia meninggal akibat emboli paru setelah menjalani prosedur pembesaran penis di Thailand.
Kasus tersebut kembali menyoroti risiko prosedur kosmetik yang dilakukan di luar negeri, termasuk perawatan yang ditawarkan klinik dengan pengawasan regulasi terbatas.
Ubiribo dikenal melalui unggahan mengenai gaya hidup mewah kepada sekitar 185.000 pengikutnya di Instagram. Ia memiliki properti di kawasan Crenshaw, Los Angeles, yang dilaporkan bernilai £815.000 atau sekitar US$1,1 juta, serta apartemen di London dengan nilai sekitar £445.000 atau US$600.000.
Ubiribo dan Allen menikah di Zimbabwe pada 2022. Setelah kematiannya, Ubiribo dimakamkan di London menggunakan peti mati berwarna emas. Musisi Afrobeats Davido dan sosialita Pascal Okechukwu, yang dikenal sebagai Cubana Chief Priest, termasuk di antara pelayat.
Davido, yang merupakan teman lama Ubiribo, menyampaikan penghormatan melalui Instagram setelah kabar kematiannya muncul pada Maret.
“Kamu sangat mencintai dan percaya padaku. Aku tidak akan mengecewakanmu,” tulis Davido.
Risiko emboli dari prosedur filler semacam itu telah mendapat perhatian sejumlah organisasi medis. American Urological Association sejak 1994 menyatakan suntikan lemak untuk memperbesar lingkar penis dan pemotongan ligamen suspensorium untuk menambah panjang penis belum terbukti aman atau efektif.
Sexual Medicine Society of North America juga memperingatkan bahwa filler suntik seperti asam hialuronat belum memiliki data keamanan yang kuat dan memiliki risiko serius, termasuk emboli.
Filler penis berbahan asam hialuronat dipasarkan secara luas, termasuk melalui klinik di luar negeri yang tidak memiliki regulasi ketat. Biayanya dapat mencapai £6.650 atau US$9.000 per tindakan dan umumnya bertahan selama enam hingga sembilan bulan.
Kematian Ubiribo terjadi tidak lama setelah influencer Jordan James Parke, yang pernah tampil dalam program E! ‘Botched’, meninggal pada usia 34 tahun. Penyebab kematian Parke belum dikonfirmasi ketika kabar kematiannya diumumkan.
Ubiribo meninggalkan istrinya, Danielle Simba Allen.










