Kirim Pasukan ke Timur Tengah, Prabowo: Indonesia Diminta Jadi Wakil Komandan Misi

Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss/YT

Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa solusi dua negara (two-state solution) adalah satu-satunya jalan keluar yang paling realistis dan berkelanjutan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel.

Tidak hanya memberikan dukungan secara politis dan diplomatis, Prabowo menyatakan kesiapan penuh Indonesia untuk turun tangan memberikan kontribusi konkret di lapangan. Hal ini diwujudkan melalui rencana pengiriman pasukan TNI untuk bergabung dalam misi stabilisasi dan perdamaian internasional di kawasan konflik tersebut.

Kepada awak media di Amerika Serikat, Prabowo mengungkapkan bahwa pengiriman pasukan ke kawasan Timur Tengah akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Mungkin, ya kelompok-kelompok advance (pendahulu), mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini,” kata Prabowo, dikutip Jumat (20/2).

Diminta Jabat Wakil Komandan Misi

Dalam pengerahan pasukan penjaga perdamaian ini, Indonesia tidak hanya akan bertindak sebagai negara penyumbang personel. Prabowo mengonfirmasi bahwa komunitas internasional telah meminta Indonesia untuk memegang kendali strategis dalam struktur misi tersebut.

Kepala Negara menyebutkan bahwa Indonesia ditunjuk untuk mengisi kursi Wakil Komandan.

“Ya, mereka minta kita jadi Deputy Commander (Wakil Komandan),” ungkap Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Langkah strategis ini sekaligus mempertegas konsistensi penerapan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, serta selalu berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan universal.

Kesiapan Indonesia memimpin misi pasukan perdamaian ini menempatkan Jakarta sebagai mitra strategis global dalam upaya menciptakan stabilitas yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.