Menlu Sugiono Soroti Penangkapan Maduro, Ingatkan Risiko Preseden Internasional

Presiden Venezuela Nicolas Maduro [tengah]/X

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan keprihatinan mendalam pemerintah Indonesia atas aksi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya oleh Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer.

Sugiono menilai tindakan tersebut berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional, khususnya terkait penggunaan atau ancaman kekuatan antarnegara.

“Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional,” kata Sugiono melalui akun media sosialnya, Senin (5/1/2026).

Ia menegaskan, penggunaan atau ancaman kekuatan berpotensi mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan serta melemahkan prinsip kedaulatan negara dan diplomasi internasional.

Menurut Sugiono, komunitas internasional harus menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka, termasuk dalam menentukan arah dan masa depan bangsa.

“Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri,” ujarnya.

“Serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional,” tambahnya.

Selain itu, Sugiono menekankan bahwa keselamatan warga sipil harus menjadi perhatian utama dalam setiap situasi konflik atau penggunaan kekuatan.

“Khususnya perlindungan terhadap warga sipil, yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Amerika Serikat menangkap dan menahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya dalam sebuah operasi militer yang berlangsung pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.