Generasi.co, Manila – Menteri Luar Negeri Sugiono kembali mendorong percepatan penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) saat bertemu Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan negara mitra dialog (AMM/PMC) di Manila, Kamis (23/7).
Sugiono menegaskan IEU-CEPA memiliki arti strategis bagi penguatan hubungan ekonomi kedua pihak, terutama dalam bidang perdagangan dan investasi.
“Penandatanganan IEU-CEPA sangat strategis untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi Indonesia-Uni Eropa,” kata Sugiono dalam keterangan Kementerian Luar Negeri RI.
Selain mendorong percepatan penandatanganan IEU-CEPA, Indonesia dan Uni Eropa juga sepakat memperkuat kerja sama di sektor energi, terutama transisi energi, pengembangan energi terbarukan, dan investasi berkelanjutan.
“Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi terbarukan. Kerja sama dengan Uni Eropa penting untuk merealisasikan potensi tersebut,” ujar Sugiono.
Dalam pembahasan isu regional dan global, Sugiono dan Kaja Kallas turut menekankan pentingnya penyelesaian berbagai konflik melalui dialog dan diplomasi guna mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.
Indonesia dan Uni Eropa telah menyelesaikan substansi perundingan IEU-CEPA pada 2025 dan menargetkan proses ratifikasi dipercepat pada semester II 2026 agar implementasi perjanjian dapat dimulai pada awal 2027.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan proses tersebut telah memasuki tahap penting setelah Komisi Eropa mengajukan usulan penandatanganan dan pengesahan IEU-CEPA serta Investment Protection Agreement (IPA) kepada Dewan Uni Eropa.
Jika disetujui Dewan Uni Eropa, kedua perjanjian akan diajukan ke Parlemen Eropa untuk memperoleh persetujuan akhir sebelum disahkan dan mulai berlaku. Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga terus menjalankan proses ratifikasi sesuai mekanisme nasional.
Airlangga mengatakan IEU-CEPA dan IPA akan membuka akses perdagangan dan investasi yang lebih luas. Uni Eropa akan menghapus bea masuk terhadap 98,5 persen pos tarif, menyederhanakan prosedur ekspor berbagai produk ke Indonesia, serta membuka peluang investasi di sektor strategis seperti kendaraan listrik, elektronik, dan farmasi.
Bagi Indonesia, implementasi IEU-CEPA diharapkan memperluas akses pasar ekspor ke negara-negara Uni Eropa, meningkatkan daya saing produk nasional, menarik investasi berkualitas, serta memperkuat integrasi Indonesia dalam rantai nilai global. Perjanjian tersebut juga diharapkan mendorong produktivitas industri, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.










