Timur Tengah Memanas, Mayoritas Negara ASEAN Kerek Harga BBM, RI Pilih Tahan Harga

Foto Ilustrasi: Bahan Bakar Minyak (BBM). (StockCake)
Foto Ilustrasi: Bahan Bakar Minyak (BBM). (StockCake)

Jakarta, Generasi.co — Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berdampak langsung pada meroketnya harga minyak mentah dunia. Imbasnya, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) terpaksa mengerek harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negerinya.

Singapura menjadi salah satu negara dengan lonjakan tertinggi, di mana harga bensin kini menembus angka US$2,545 atau sekitar Rp43.308 per liter (asumsi kurs Rp17.017/US$).

Pemerintah RI Tahan Harga, Subsidi dan Non-Subsidi Aman

Berbeda dengan langkah yang diambil oleh negara-negara tetangga, Pemerintah Indonesia justru mengambil kebijakan intervensi dengan menahan harga jual BBM domestik. Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk BBM penugasan (bersubsidi), melainkan juga untuk seluruh lini produk BBM non-subsidi.

Berdasarkan ketetapan harga per 1 April 2026, PT Pertamina (Persero) mempertahankan harga jual BBM di seluruh SPBU. Berikut adalah rincian harga BBM Pertamina yang berlaku saat ini:

  • Pertalite (RON 90 – Subsidi): Rp10.000 per liter
  • Solar (Subsidi): Rp6.800 per liter
  • Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
  • Pertamax Green (RON 95): Rp12.900 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
  • Dexlite: Rp14.200 per liter
  • Pertamina Dex: Rp14.500 per liter

Perbandingan Harga BBM di Asia Tenggara

Langkah Indonesia menahan harga membuat BBM di Tanah Air relatif lebih murah dibandingkan mayoritas negara ASEAN lainnya. Merujuk pada data Global Petrol Prices per 30 Maret 2026, harga BBM di beberapa negara tetangga tercatat jauh lebih tinggi, terutama untuk jenis diesel.

Berikut adalah tabel perbandingan rata-rata harga BBM (Bensin dan Diesel) di 7 negara Asia Tenggara:

NegaraRata-rata Harga BensinRata-rata Harga Diesel
SingapuraUS$2,545 (Rp43.308/liter)US$2,978 (Rp50.676/liter)
FilipinaUS$1,588 (Rp24.316/liter)US$1,974 (Rp33.591/liter)
LaosUS$1,779 (Rp30.243/liter)US$1,889 (Rp32.145/liter)
ThailandUS$1,600 (Rp27.200/liter)US$1,223 (Rp20.811/liter)
MyanmarUS$1,568 (Rp26.656/liter)US$1,741 (Rp29.626/liter)
KambojaUS$1,546 (Rp26.282/liter)US$1,796 (Rp30.562/liter)
MalaysiaUS$0,956 (Rp16.268/liter)US$1,364 (Rp23.211/liter)

(Catatan: Harga telah dikonversi ke Rupiah berdasarkan asumsi kurs dalam data)

Kebijakan penahanan harga oleh pemerintah Indonesia ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi nasional di tengah ketidakpastian rantai pasok energi global.