Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad beberkan filosofi Gerindra yang jadi kunci kemenangan: kesetiaan, kepercayaan, dan kehormatan.
Generasi.co, Jakarta – Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan Gerindra bukan partai politik instan yang tumbuh tanpa proses. Menurutnya, posisi strategis yang diraih partai saat ini adalah hasil dari kerja keras yang konsisten dan fondasi kepemimpinan yang kuat.
Dasco menyampaikan hal itu dalam sebuah perbincangan di siniar Close The Door Podcast bersama Deddy Corbuzier, di mana ia mengungkap filosofi utama yang ditanamkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, kepada para kader.
“Kesetiaan, kepercayaan, dan kehormatan. Jadi tiga hal itu yang diajarkan Prabowo kepada kami,” kata Dasco, dikutip Selasa (8/7/2025).
Tiga nilai inti tersebut bukan hanya semboyan internal, melainkan menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter kader—mulai dari jajaran pusat hingga tingkat akar rumput. Ia menilai nilai-nilai itu turut menjelaskan kekompakan Gerindra meski sempat mengalami kekalahan dalam sejumlah pemilu sebelumnya.
Keberhasilan Partai Gerindra memenangkan Pemilu 2024 dan mengantarkan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI 2024–2029 tidak terjadi secara tiba-tiba. Di balik kemenangan tersebut, Dasco menyebut adanya konsistensi perjuangan dan pembelajaran panjang dari pemilu-pemilu sebelumnya.
“Saya ikut Prabowo sejak periode 1991–1992,” ungkap Dasco, menegaskan hubungan personal dan sejarah panjangnya bersama sang ketua umum.
Ia turut menyaksikan bagaimana partai berlambang kepala garuda ini menghadapi empat kali pemilu besar—2009, 2014, 2019, dan terakhir 2024—dengan tantangan berbeda di setiap periode. Dalam dinamika itu, kata Dasco, Prabowo selalu mengingatkan para kader untuk menjadikan kekalahan sebagai bagian dari proses.
“Kalah menang adalah hal yang biasa,” ujar Prabowo, sebagaimana dikutip Dasco.
Filosofi tersebut menjadi sumber keteguhan para kader dalam menghadapi masa-masa sulit dan kegagalan. Justru, menurut Dasco, pengalaman kalah membuat partai semakin kuat dan matang dalam menghadapi kontestasi politik berikutnya.
“Kekalahan itulah yang menambah kekuatan kita untuk bertarung di masa selanjutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan semangat saling mendukung antar sesama kader dan Prabowo menjadi kekuatan kolektif yang menjaga soliditas internal partai.
“Ya kami semua, kawan-kawan dan Pak Prabowo saling menguatkan satu sama lain,” kata Dasco.
Ketika ditanya alasan tetap setia bertahan di Gerindra melewati fase-fase sulit, Dasco menekankan yang mereka perjuangkan bukan semata kekuasaan, tetapi gagasan besar Prabowo untuk kemajuan bangsa. Nilai-nilai yang selalu ditekankan menjadi perekat utamanya.
“Kami selalu diajarkan menomorsatukan kesetiaan, kepercayaan, dan kehormatan tadi. Itu sebabnya kawan kami jadi banyak,” ungkapnya.
Menurut Dasco, kemampuan membangun jaringan luas atau ‘kawan’ menjadi salah satu kekuatan penting dalam politik. Jaringan yang terbentuk dari nilai loyalitas dan kepercayaan tersebut, menurutnya, telah membawa Gerindra meraih hasil maksimal pada Pemilu 2024.
Menutup pernyataannya, Dasco mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang yang mereka tempuh bersama.
“Saya bersyukur, masih bisa bersama teman-teman seperjuangan. Kami telah melewati masa-masa sulit sehingga membuahkan hasil seperti sekarang ini,” ucap Dasco.
(BAS/Red)










