Generasi.co, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkenalkan layanan digital Satu Beasiswa Indonesia untuk mengintegrasikan informasi bantuan pendidikan dari berbagai sumber dalam satu wadah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan layanan tersebut disiapkan untuk mencegah duplikasi penerima beasiswa sekaligus memperluas akses informasi bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan pendidikan.
“Ini adalah inisiatif dari pemerintah untuk mengajak seluruh sektor bahu-membahu, bergotong-royong, bersama-sama membantu anak-anak bangsa yang memang membutuhkan beasiswa,” kata Brian di sela-sela Sarasehan Mitra Beasiswa di Jakarta, Rabu.
Menurut Brian, selama ini pencari maupun pemberi beasiswa menghadapi kendala karena belum tersedia informasi yang komprehensif mengenai program bantuan pendidikan.
Kehadiran Satu Beasiswa Indonesia ditujukan untuk memetakan program pendanaan secara lebih presisi agar penyalurannya lebih merata dan tepat sasaran.
Brian mencontohkan, pendataan melalui satu pintu diperlukan untuk mencegah seorang mahasiswa menerima bantuan dari beberapa sumber sekaligus, sementara mahasiswa lain tidak memperoleh beasiswa.
“Karena kadang-kadang mungkin ada perusahaan memberi beasiswa, kampus memberi beasiswa, pemerintah pusat memberi beasiswa, pemda memberi beasiswa, khawatir justru mahasiswanya sama misalnya,” ujar dia.
Brian menegaskan platform tersebut tidak mengambil alih pengelolaan dana beasiswa milik mitra. Layanan itu berfokus pada penyebarluasan informasi agar akses terhadap program beasiswa lebih mudah.
Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Perguruan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek Sandro Mihradi mengatakan persiapan portal informasi tersebut menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan pencatatan per 15 September 2026, Satu Beasiswa Indonesia telah siap menayangkan 71 program beasiswa yang dapat diakses secara publik.
Portal tersebut dilengkapi fitur pencocokan atau matching antara pencari dan pemberi beasiswa. Pengembangannya akan terus disempurnakan seiring bertambahnya mitra filantropi yang bergabung dalam ekosistem.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh perwakilan pemerintah negara sahabat, kementerian dan lembaga pemerintah daerah, perguruan tinggi, mitra filantropi, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga ikhtiar kita ini dapat memperluas akses pendidikan tinggi yang berkeadilan dan membuka lebih banyak jalan bagi putra putri terbaik di Indonesia,” ucap Sandro.










