Mensesneg Tanggapi Kritik Anies soal Ketidakhadiran RI di Forum PBB

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi (Sumber: Istimewa)
Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi (Sumber: Istimewa)

Mensesneg Prasetyo Hadi merespons kritik Anies soal absennya kepala negara di forum PBB, menyebut saran dan kritik akan tetap didengarkan pemerintah.

Generasi.co, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapannya atas kritik yang disampaikan Anies Baswedan terkait kehadiran kepala negara dalam forum-forum internasional, khususnya Sidang Umum PBB. Kritik itu dilontarkan Anies dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Gerakan Rakyat di Jakarta Pusat, Minggu (13/7/2025).

Saat ditemui di Magelang, Senin (14/7), usai menghadiri pembukaan pendidikan siswa baru SMA Taruna Nusantara, Prasetyo menyatakan bahwa pemerintah akan membuka diri terhadap masukan yang ada.

“Ya nanti kita lihat. Kritik, masukan, saran, kita dengarkan,” kata Prasetyo, dikutip Rabu (16/7).

“Kan beliau (Anies) menyampaikan kan selama ini ya. Selama ini tidak hadir, tapi kan pasti ada alasannya. Nanti kita lihat,” sambungnya.

Sebelumnya, Anies menyoroti absennya kepala negara Indonesia dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa selama beberapa tahun terakhir. Ia menilai hal itu menunjukkan sikap pasif dalam percaturan global yang justru merugikan posisi Indonesia.

“Kita harus selalu muncul dalam pertemuan-pertemuan global. Bapak ibu sekalian, bertahun-tahun Indonesia absen di pertemuan PBB. Kepala negara tidak muncul. Selalu Menteri Luar Negeri,” ujar Anies dalam pidatonya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengibaratkan sikap tersebut seperti warga yang memiliki rumah besar di lingkungannya, namun tidak ikut serta dalam pertemuan penting.

“Kalau kita tidak aktif di dunia internasional. Itu seperti begini. Kita warga kampung. Ukuran kampungnya nomor 4 terbesar. Ukuran rumahnya nomor 4 terbesar di RT itu. Tapi kalau rapat kampung kita tidak pernah datang. Cuman kita bayar iuran jalan terus,” ucapnya.

Anies juga menekankan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara dan harus berperan sebagai penjaga stabilitas kawasan.

“Di Timur ada Tiongkok paling besar, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Taiwan ini semua wilayah yang suasananya tegang bukan yang suasananya teduh. Tak terbayangkan utara dan selatan. Antara Korea Selatan dan selatan tegang. Antara Tiongkok dengan Jepang, tegang,” ungkap Anies.

“Wilayah yang ini (ASEAN) teduh. Dan Indonesia harus bisa menjaga keteduhan di wilayah ini. Jadi, kita kalau melihat ini. Inilah wilayah yang harus bisa menjadi kekuatan masa depan di Asia,” tambahnya.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah. Mensesneg Prasetyo menegaskan semua kritik akan menjadi pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat negara.

(BAS/Red)