PLN Batam Bantah Blackout Dipicu Pengujian Data Center

Petugas PLN/Menpan

Generasi.co, BATAM – PT PLN Batam membantah kabar yang mengaitkan pemadaman listrik meluas atau blackout di Pulau Batam dan Bintan pada Senin (12/10/2026) dengan pengujian operasional pusat data (data center). Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo menegaskan, informasi mengenai pengujian yang membutuhkan daya listrik besar tersebut tidak benar.

“Pemadaman meluas yang terjadi Senin (12/10/2026) di Pulau Batam dan Bintan sama sekali tidak ada sangkut paut dengan data center,” kata Kwin, dikutip dari Antara, Minggu (18/10/2026).

Kwin menjelaskan ekosistem pusat data di Batam saat ini belum beroperasi penuh. Jika mulai beroperasi, penggunaan listrik untuk sektor tersebut diperkirakan belum melebihi 10 persen dari total kapasitas.

Sistem kelistrikan Batam saat ini memiliki daya pasok 930 megawatt (MW), dengan beban sekitar 780 MW. Dengan kondisi tersebut, PLN Batam menyebut sistem kelistrikan masih memiliki cadangan daya mendekati 20 persen.

PLN Batam juga memproyeksikan peningkatan daya pasok hingga 1.300 MW pada 2027 melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta pemanfaatan Battery Energy Storage System (BESS).

Sementara itu, penyebab pasti gangguan di Gardu Induk Sei Harapan yang memicu blackout masih diselidiki Bareskrim Polri bersama Polda Kepulauan Riau (Kepri).

PLN Batam sebelumnya sempat menduga gangguan berkaitan dengan masuknya hewan liar. Namun, Kwin menyebut petugas tidak menemukan bangkai atau keberadaan hewan liar ketika tiba di lokasi pada pukul 07.00 WIB. Petugas baru melihat seekor satwa dalam kondisi terluka di bawah trafo pada pukul 10.30 WIB.

Kejanggalan lain ditemukan pada kawat pengaman berpenerangan listrik di pagar gardu induk yang terdeteksi padam saat insiden terjadi. PLN Batam juga menemukan perubahan posisi kamera pengawas atau CCTV sebelum gangguan listrik berlangsung.

“Berdasarkan rekaman, kamera tersebut telah bergeser pada Minggu, sekitar pukul 18.43 WIB, sehari sebelum gangguan terjadi,” ujar Kwin.

Akibat perubahan posisi tersebut, trafo yang mengalami percikan api tidak lagi terlihat jelas dalam rekaman CCTV.

Pihak kepolisian masih mendalami bukti dan rekaman CCTV untuk mengungkap penyebab pasti gangguan kelistrikan tersebut.