Prabowo Dorong Pemerataan Listrik dan PLTS 100 GW, Pemerintah Jamin Pasokan Energi

Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Kamis, 23 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto membahas percepatan program strategis sektor energi saat memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Dalam pertemuan itu, pemerintah memastikan harga BBM dan LPG subsidi tetap tidak mengalami kenaikan, sementara stok energi nasional dinyatakan aman.

Menteri Bahlil mengatakan pemerintah telah melaporkan kondisi pasokan energi di tengah ketidakpastian geopolitik dunia, termasuk konflik di Timur Tengah yang belum berakhir. Menurutnya, cadangan BBM, minyak mentah, dan LPG nasional masih berada di atas standar minimum.

“Kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude insyaallah di atas standar minimum nasional, termasuk kondisi LPG,” kata Bahlil.

Ia juga menegaskan pemerintah tidak mengubah kebijakan harga energi bersubsidi.

“Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk dalamnya adalah LPG subsidi,” ujarnya.

Selain menjaga stabilitas pasokan energi, Presiden Prabowo juga membahas percepatan pemerataan akses listrik di desa. Bahlil menyebut dari sekitar 11.000 desa yang sebelumnya belum menikmati aliran listrik, lebih dari 1.400 desa telah teraliri listrik melalui program yang diselesaikan sepanjang 2025.

“Kita tahu bahwa dari total desa yang kita belum ada listrik itu ada kurang lebih sekitar 11.000 dan alhamdulillah di tahun 2025 programnya sudah selesai sekitar 1.400 lebih,” jelasnya.

Dalam sektor energi baru terbarukan, pemerintah juga mempersiapkan dimulainya pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Proyek tersebut akan diawali dengan peluncuran groundbreaking tahap pertama dalam waktu dekat.

“Implementasi daripada PLTS 100 gigawatt yang insyaallah dalam waktu dekat akan ditandai peluncuran groundbreaking pertama. Tahap pertama sudah disetujui untuk bisa dilaksanakan,” kata Bahlil.

Presiden juga memberikan perhatian terhadap ketersediaan BBM bagi nelayan. Menurut Bahlil, Prabowo meminta pemerintah memastikan distribusi bahan bakar bagi nelayan tetap terjaga agar aktivitas usaha mereka tidak terganggu.

Selain itu, Bahlil melaporkan upaya pemerintah menata sektor pertambangan guna meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penataan tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas bersama Presiden dalam pertemuan tersebut.