Prabowo Putuskan Bangun Minimal 30 Pabrik Bioetanol untuk Dukung E20

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Biodiesel B50 bertajuk "Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional" di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Generasi.co, Kabupaten Malang – Presiden Prabowo Subianto memutuskan pemerintah akan membangun sedikitnya 30 pabrik bioetanol sebagai langkah mempercepat penggunaan bahan bakar campuran etanol (E20) dan memperkuat kemandirian energi nasional. Jumlah tersebut bahkan dapat ditingkatkan hingga 50 pabrik apabila diperlukan.

“Tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20, butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan, kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik. India sudah E20. India sudah E20. Brasil sudah E100. Masa Indonesia tidak bisa, Indonesia bisa kan? Bisa. Bisa,” kata Prabowo saat memberikan sambutan pada Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

Menurut Presiden, keputusan tersebut merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah membangun kemandirian energi setelah Indonesia berhasil memproduksi B50 berbahan baku kelapa sawit. Program itu, kata dia, telah memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional melalui pengurangan impor solar.

Prabowo juga menyinggung sejumlah capaian pemerintah di sektor energi. Salah satunya adalah dimulainya pembangunan salah satu blok gas terbesar di kawasan yang sebelumnya mangkrak selama 28 tahun.

“Kita kemarin berhasil mulai produksi, mulai pembangunan blok gas salah satu yang terbesar di kawasan kita setelah 28 tahun mangkrak, kita hidupkan. Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit,” ujarnya.

Selain sektor energi, Presiden menyatakan pemerintah tengah mendorong penguatan industri nasional. Dalam waktu dekat, Indonesia ditargetkan memiliki motor listrik dan mobil yang dikembangkan oleh anak bangsa.

“Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia,” katanya.

Prabowo juga mencontohkan perkembangan industri pertahanan nasional yang hasil produksinya telah digunakan TNI dan Polri. Menurutnya, kemampuan industri dalam negeri terbukti ketika prajurit Indonesia mampu meraih kemenangan beruntun dalam kompetisi menembak internasional menggunakan senjata buatan nasional.

“Menang 12 kali berturut-turut dalam pertandingan mereka. Yang bikin peraturan mereka, wasitnya mereka. Karena teknik-tekniknya mereka, tapi kita menang 12 kali. Pakai senjata buatan anak-anak Indonesia, senapan serbu dari kita, pistol dari kita. SO dari kita,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Presiden mengajak seluruh masyarakat terus menumbuhkan optimisme dan memanfaatkan potensi nasional untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan makmur.

“Kita optimis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit Indonesia akan jadi negara makmur. Kita tidak mau bodoh lagi. Kita ramah dibilang lemah. Kita baik dibilang bodoh, ya sudah lah. Kita bersahabat mau datang ke Indonesia, monggo, banyak orang asing seneng. Kita ini bangsa yang ramah, tapi kita sekarang mau jadi bangsa yang bangkit,” tandasnya.