Generasi.co, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mempertegas komitmennya menjaga kepercayaan publik dengan menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap seluruh bentuk fraud dan korupsi. Langkah tersebut dijalankan melalui penguatan tata kelola perusahaan serta strategi penanganan fraud yang mencakup pencegahan hingga penegakan hukum.
Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya penguatan tata kelola di seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah koordinasi Danantara. Dalam pelaksanaannya, BNI menerapkan pendekatan menyeluruh yang meliputi langkah preventif, deteksi dini, investigasi, hingga pelaporan kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan integritas dan penerapan good corporate governance telah menjadi fondasi Perseroan selama hampir delapan dekade.
“Selama delapan dekade, BNI dibangun di atas fondasi kepercayaan. Karena itu, penguatan tata kelola dan budaya integritas bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bagian dari jati diri perseroan,” kata Okki dalam keterangan pers.
Menurut Okki, BNI memandang fraud dan korupsi sebagai ancaman serius karena dapat merugikan perusahaan dan nasabah sekaligus menggerus kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.
Untuk mempersempit ruang terjadinya pelanggaran, BNI terus memperbarui sistem pengendalian internal, memperkuat fungsi pengawasan, serta memastikan seluruh proses bisnis dijalankan berdasarkan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Perseroan juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap potensi fraud.
“Melalui semangat Swadharma Bhakti Nagara, kami berkomitmen menjaga amanah masyarakat dan negara dengan memastikan setiap proses bisnis dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik fraud maupun korupsi,” ujar Okki.
BNI menegaskan keberhasilan pemberantasan fraud tidak hanya bergantung pada sistem dan teknologi, tetapi juga pada integritas pegawai serta konsistensi penerapan budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi.
Perseroan meyakini sinergi antara penguatan tata kelola, pengawasan berlapis, dan internalisasi budaya integritas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memastikan fungsi intermediasi perbankan berjalan sehat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Semangat tersebut juga sejalan dengan tema HUT ke-80 BNI, “Swadharma Bhakti Nagara”, yang menjadi refleksi komitmen Perseroan untuk terus mengabdi kepada masyarakat dan negara melalui layanan yang berintegritas.










