Jakarta, Generasi.co — Menjawab kekhawatiran publik terkait potensi kembalinya sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring menyusul kebijakan efisiensi energi nasional, pemerintah akhirnya mengambil sikap tegas. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah akan tetap berjalan secara tatap muka (offline) seperti biasa.
Keputusan ini diambil sebagai hasil kesepakatan matang dalam rapat koordinasi lintas kementerian guna melindungi kualitas pendidikan anak bangsa di tengah ancaman krisis global.
“Sesuai hasil rapat lintas kementerian dan pernyataan pers Menko PMK pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa (tatap muka),” tegas Menteri Mu’ti saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2026).
Cegah Learning Loss dan Penurunan Karakter
Mendikdasmen membeberkan bahwa pembatalan wacana pembelajaran daring atau hybrid didasarkan pada dua alasan fundamental:
- Pertimbangan Akademik: Mencegah terulangnya fenomena hilangnya kemampuan belajar (learning loss) yang sempat melanda siswa Indonesia saat pandemi COVID-19.
- Penguatan Karakter: Pembentukan mental dan karakter siswa dinilai hanya bisa berjalan optimal melalui interaksi langsung antara guru dan murid di lingkungan sekolah.
Untuk mempertegas regulasi ini, Mu’ti menyatakan kementeriannya akan segera menerbitkan petunjuk teknis. “Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan dalam Surat Edaran (SE) Menteri Dikdasmen. Tunggu saja,” imbuhnya.
Pendidikan adalah Prioritas, Efisiensi Sasar Sektor Lain
Dukungan penuh atas kebijakan sekolah tatap muka ini juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno. Ia mengakui sempat ada wacana penerapan metode hybrid (campuran daring dan luring), namun opsi tersebut langsung dicoret.
Menurut Pratikno, sektor pendidikan mendapat perlakuan khusus karena merupakan prioritas utama dari visi Presiden RI Prabowo Subianto.
“Mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Unggul Garuda, kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum. Ini prioritas. Ini utama,” tekan Pratikno.
Meski siswa tetap diwajibkan pergi ke sekolah, Pratikno memastikan bahwa instruksi Presiden Prabowo terkait penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan tetap dieksekusi secara ketat di sektor lain, khususnya birokrasi pemerintahan.
Langkah efisiensi yang akan diterapkan meliputi:
- Pemangkasan drastis dana perjalanan dinas nonesensial.
- Mengubah format rapat dan pertemuan tatap muka menjadi daring (online).
- Penerapan Flexible Working Arrangement (FWA) atau Work From Home (WFH) secara terukur bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan kualitas SDM harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien,” pungkas Pratikno.










