Wamentan Sudaryono Buru Penimbun Pangan: “Jangan Cari Untung Saat Rakyat Butuh Makan, Laporkan!”

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono/IG

JAKARTA, Generasi.co — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, menginstruksikan seluruh elemen masyarakat, khususnya para pedagang dan petani, untuk bersikap proaktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ia bahkan secara blak-blakan meminta jajarannya dan para relawan untuk ‘mencari masalah’ di lapangan agar bisa segera dicarikan solusinya.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya, menyoroti pentingnya sinergi dari hulu ke hilir demi mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Tugas kita mencari masalah. Temukan urusannya, lalu selesaikan segera,” tegas Sudaryono dalam unggahannya, dikutip pada Jumat (27/2/2026).

Pesan ini secara khusus ia tujukan dalam momentum konsolidasi bersama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Tani Merdeka, dan Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera) di Sumatera Utara. Ketiga elemen ini dinilai membawa komitmen besar sebagai garda terdepan penggerak ekonomi kerakyatan.

Ekosistem Saling Menghidupi: Dari Sawah ke Pasar

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Mas Dar ini menjabarkan visi ketahanan pangan yang diusung pemerintah. Menurutnya, ketahanan pangan bukanlah sekadar teori, melainkan rantai ekosistem yang saling bergantung satu sama lain, mulai dari lahan pertanian hingga lapak pedagang di pasar.

Ia merinci tiga pilar utama dalam ekosistem pangan tersebut:

  1. Hulu (Petani): Ketahanan pangan berawal dari petani yang rajin menanam. Hasil panen yang melimpah adalah kunci utama untuk membuat stok pangan nasional berada di titik aman.
  2. Hilir (Pedagang): Pedagang membutuhkan infrastruktur pasar tradisional yang bersih, tertata rapi, dan memiliki ekosistem harga yang stabil.
  3. Masyarakat (Konsumen): Jika hulu dan hilir terjaga, maka keluarga di rumah dapat hidup dengan tenang karena kebutuhan pangan sehari-hari terpenuhi.

“Kehidupan harus saling menghidupi. Petani untung, pedagang sejahtera, keluarga di rumah tenang,” tulis Wamentan menjabarkan filosofi ketahanan pangan pemerintah.

Peringatan Keras: Jangan Beri Ruang Penimbun Pangan!

Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas stok dan harga, Sudaryono memberikan peringatan keras ( warning ) kepada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan di atas penderitaan rakyat. Ia meminta masyarakat untuk tidak segan bertindak jika menemukan indikasi kecurangan di lapangan.

“Bila ada oknum menimbun barang dagangan, laporkan langsung! Jangan biarkan orang mencari untung tak wajar saat masyarakat butuh makan,” serunya dengan tegas.

Menutup pernyataannya, Wamentan mengajak seluruh elemen konsolidasi di Sumatera Utara dan masyarakat luas untuk turun tangan secara langsung. Ia memastikan bahwa tujuan akhir dari seluruh kerja keras ini adalah satu: “Pastikan ketersediaan pangan tersalurkan aman sampai meja makan.”