Generasi.co, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menantang para peneliti, akademisi, dan ilmuwan di Indonesia untuk mengembangkan varietas kedelai dan gandum yang mampu beradaptasi dengan iklim tropis. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas pangan strategis.
Sudaryono mengatakan pemerintah siap memberikan dukungan terhadap hasil inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Bahkan, ia memastikan pemerintah akan membeli seluruh benih yang dihasilkan apabila mampu memenuhi target produktivitas yang ditetapkan.
“Temukan varietas kedelai maupun gandum adaptasi iklim tropis. Hasilkan panen melimpah. Jika kalian berhasil menanam satu hektar lalu mencapai target tonase maksimal, saya pastikan membeli semua benih tersebut,” kata Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya.
Ia menegaskan, penguatan sektor pangan merupakan arahan Presiden yang menempatkan kedaulatan pangan sebagai bagian penting dari keamanan nasional.
Menurut Sudaryono, Indonesia telah menunjukkan kemajuan pada sejumlah komoditas pangan. Saat ini, Indonesia telah mengekspor telur, daging ayam, dan ikan, sementara kebutuhan cabai disebut dalam kondisi aman.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah komoditas yang perlu dikejar agar ketergantungan terhadap impor terus berkurang, yakni bawang putih, daging sapi, kedelai, dan gandum.
“Kita telah sukses mengekspor telur, daging ayam, ikan. Kebutuhan cabai aman terpenuhi. Kini saatnya mengejar ketertinggalan komoditas bawang putih, daging sapi, kedelai, gandum,” ujarnya.
Sudaryono mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi memperkuat riset dan inovasi di bidang pertanian, baik melalui penelitian di laboratorium maupun pengembangan di lapangan.
“Pangan bukan urusan ekonomi semata, melainkan fondasi pertahanan negara. Kemerdekaan utuh bermula saat kita mampu memberi makan bangsa sendiri,” tegasnya.










