Generasi.co, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menargetkan pertumbuhan kredit 8%-10% secara tahunan pada 2026. Hingga semester I-2026, penyaluran kredit perseroan telah mencapai Rp968,5 triliun.
Target tersebut dipatok dari posisi kredit BNI sebesar Rp899,53 triliun pada 2025. Untuk mengejar pertumbuhan hingga akhir tahun, BNI mengandalkan penguatan dana murah atau current account savings account (CASA) serta penyaluran kredit secara selektif.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BNI tumbuh 22% secara tahunan hingga semester I-2026 menjadi Rp1.100,18 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan tabungan sekitar 10% dan giro 12%.
Head of Investor Relations BNI Yohan Setio mengatakan penguatan basis nasabah menjadi salah satu strategi perseroan untuk menjaga pertumbuhan CASA sekaligus mendukung ekspansi kredit.
Jumlah rekening payroll BNI meningkat dari sekitar 5 juta menjadi 6 juta dalam setahun. Pertumbuhan sekitar 20% tersebut menjadi salah satu sumber penguatan basis nasabah dan dana murah perseroan.
BNI juga mengembangkan kanal digital untuk memperluas basis nasabah. Pengguna aplikasi wondr by BNI telah melampaui 15 juta atau tumbuh 76% secara tahunan. Lebih dari separuh pengguna baru wondr merupakan nasabah baru BNI.
“Pertumbuhan pengguna wondr juga memberikan dampak terhadap peningkatan dana tabungan. Tabungan dari pengguna wondr tumbuh sekitar 43%,” kata Yohan dalam Public Expose Live 2026.
Selain wondr, jumlah pengguna BNIdirect tumbuh 21% secara tahunan. Kanal tersebut menjadi bagian dari strategi BNI memperkuat dana murah dan memantau aktivitas transaksi nasabah korporasi.
Penguatan CASA turut menekan biaya dana atau cost of fund BNI. Pada semester I-2026, biaya dana perseroan berada di level 2,6%, membaik dibandingkan 2,8% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, BNI masih menghadapi tekanan terhadap margin akibat persaingan suku bunga kredit dan kenaikan biaya dana. Perseroan menargetkan net interest margin (NIM) berada di kisaran 3,3%-3,5% sepanjang 2026.
Memasuki semester II-2026, BNI akan menjaga ekspansi kredit secara selektif dan prudent. Perseroan juga menerapkan disiplin dalam menentukan harga kredit serta memperkuat CASA melalui kanal digital.
Strategi tersebut ditempuh untuk menjaga pertumbuhan kredit tetap sejalan dengan kemampuan pendanaan sekaligus mempertahankan margin di tengah persaingan industri perbankan.










