JAKARTA, Generasi.co — Bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi momen refleksi spiritual, tetapi juga waktu yang tepat untuk merajut sinergi ekonomi keumatan. Memanfaatkan momentum ini, Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama jajaran pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Menkop Ferry menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mempererat ukhuwah (persaudaraan) sekaligus menyamakan visi ekonomi dengan para tokoh organisasi Islam.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan pusat DDII, di antaranya Ketua Umum KH. Dr. Adian Husaini, M.Si, beserta jajaran Wakil Ketua Umum (Ustadz Dr. H. Imam Zamroji & Ustadz Dr. H. Ahmad Misbahul Anam), Sekretaris Umum Ustadz Dr. H. Fathurrahman Mahfudz, Bendahara Umum Ustadz Dr. H. Ade Salamun, dan Wakil Sekretaris Umum Ustadz Dr. H. Dwi Budiman.
Mengubah ‘Mindset’: Dari Konsumen Menjadi Produsen
Dalam dialog hangat tersebut, Menkop Ferry membawa satu gagasan besar: membangun kemandirian industri umat. Ia mengajak DDII dan organisasi Islam lainnya untuk mulai memproduksi kebutuhan pokok masyarakat secara mandiri, dari skala Usaha Kecil dan Menengah (UKM) hingga industri besar.
“Produk-produk kebutuhan masyarakat seperti sabun, kecap, dan berbagai kebutuhan konsumsi lainnya sangat mungkin diproduksi oleh jaringan umat,” tulis Ferry Juliantono dalam unggahannya.
Gagasan ini bukan tanpa jalan keluar. Pemerintah telah menyiapkan ekosistem hilirisasinya agar produk-produk buatan umat ini tidak mati di pasaran.
Berikut adalah peta jalan (roadmap) integrasi ekonomi yang ditawarkan oleh Menkop:
- Fokus Produksi Harian: Umat Islam didorong untuk memproduksi barang-barang fast-moving consumer goods (FMCG) atau kebutuhan sehari-hari yang pasti dibeli oleh masyarakat luas.
- Serapan Pasar Pasti: Produk-produk tersebut nantinya akan diserap dan didistribusikan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang saat ini sedang dibangun secara masif oleh pemerintah di seluruh pelosok Indonesia.
Ferry menekankan bahwa kunci dari kebangkitan ekonomi ini ada pada perubahan mentalitas di akar rumput.
“Inilah saatnya kita mengubah mindset dan kultur ekonomi masyarakat dari sekadar konsumen menjadi produsen yang kuat melalui gerakan koperasi,” pungkasnya dengan penuh optimisme.










