Jakarta, Generasi.co — Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menegaskan bahwa momentum pasca-Lebaran tidak boleh hanya berhenti pada tradisi seremonial semata. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri agenda Halal Bihalal dan Silaturahmi Nasional Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Menkop Ferry membagikan pandangannya bahwa pertemuan tokoh-tokoh bangsa di MUI adalah momentum krusial untuk mengonsolidasikan kekuatan lintas sektor, khususnya dalam membangun fondasi ekonomi umat yang mandiri.
“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi umat berbasis koperasi,” tegas Ferry dalam keterangannya.
Dihadiri Petinggi Negara, Satukan Visi Kebangsaan
Agenda strategis tersebut turut dihadiri oleh jajaran elite pemerintahan dan tokoh agama, yang menunjukkan solidnya komitmen negara dalam merangkul kelompok masyarakat.
Sejumlah tokoh kunci yang hadir berdiskusi bersama Menkop Ferry antara lain Ketua MUI K.H. Anwar Iskandar, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Selain itu, hadir pula jajaran menteri Kabinet Merah Putih, seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf beserta jajarannya. Berkumpulnya para petinggi ini, menurut Ferry, adalah wujud nyata peneguhan komitmen bersama untuk membangun kekuatan umat dari berbagai lini—mulai dari keamanan, pangan, hingga ekonomi kerakyatan.
Koperasi Sebagai Motor Keadilan Sosial
Ferry Juliantono meyakini bahwa institusi koperasi adalah pilar paling masuk akal dan efektif untuk mendongkrak kesejahteraan umat secara kolektif. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri.
Melalui kolaborasi segitiga baja antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat, Menkop sangat yakin roda perekonomian nasional akan bergerak jauh lebih progresif.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kita optimis dapat menghadirkan ekonomi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan memberi manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.










