Demo 35 Ribu PPPK Batal, Dasco Janji Bahas 4 Tuntutan dalam Sebulan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad/DPR RI

Generasi.co, Jakarta – Aksi besar-besaran PPPK dan PPPK paruh waktu yang rencananya digelar 7 September 2026 dan melibatkan sekitar 35 ribu orang dibatalkan. Pembatalan dilakukan setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan siap merealisasikan empat tuntutan massa.

Ketua Umum Aliansi Merah Putih Fadlun Abdillah mengatakan Dasco meminta waktu satu bulan untuk membahas dan merealisasikan empat tuntutan tersebut. Permintaan waktu itu disepakati oleh Aliansi Merah Putih.

“Pak Dasco menyatakan siap merealisasikan empat tuntutan kami. Beliau minta waktu sebulan untuk pembahasannya dan kami berikan waktu,” kata Fadlun kepada JPNN.

Empat tuntutan tersebut yakni mengangkat PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu untuk semua jabatan pada 2026, termasuk teknis, tenaga kesehatan, dan guru. Kedua, mengangkat PPPK semua jabatan tanpa memandang usia menjadi PNS pada 2027.

Tuntutan ketiga adalah merealisasikan pengembangan karier bagi seluruh ASN PPPK pada 2026. Keempat, mengalihkan sumber gaji ASN PPPK dari APBD ke APBN.

Selain menyatakan kesiapan membahas tuntutan tersebut, Dasco meminta Aliansi Merah Putih menyiapkan data pembanding PPPK dan PPPK paruh waktu di seluruh instansi. Data yang diminta tidak hanya mencakup 10 forum PPPK dan PPPK paruh waktu, tetapi seluruh ASN PPPK.

Fadlun mengatakan data tersebut akan disandingkan dengan data milik pemerintah. Langkah itu ditujukan untuk memastikan tidak ada PPPK dan PPPK paruh waktu yang tercecer dalam pendataan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman dan data ini akan kami serahkan kepada Pak Sufmi Dasco tanggal 7 September mendatang,” ujar Fadlun.

Menurut Fadlun, waktu yang diberikan untuk mengumpulkan data tersebut cukup singkat. Namun, dia optimistis data seluruh ASN PPPK, baik penuh maupun paruh waktu, dapat dikumpulkan.

Fadlun menegaskan Aliansi Merah Putih tidak hanya memperjuangkan kepentingan kelompok yang tergabung dalam forum tersebut. Perjuangan juga mencakup PPPK dan PPPK paruh waktu di luar anggota Aliansi Merah Putih.

“Kami perjuangkan semua walaupun di luar bukan anggota yang tergabung di dalam Aliansi Merah Putih. Teman-teman semuanya sudah bergerak,” ucapnya.

Sebagai pengganti aksi 7 September, pimpinan 10 forum PPPK dan PPPK paruh waktu dijadwalkan melakukan audiensi dengan Sufmi Dasco Ahmad dan pemerintah. Pertemuan tersebut akan membahas realisasi empat tuntutan sekaligus penyerahan data pembanding PPPK dan PPPK paruh waktu.