JAKARTA, Generasi.co — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, mengungkap kisah menarik di balik layar kabinet terkait standar unik Presiden dalam mengukur kinerja tim di sektor pangan. Namun, di balik standar yang terkesan jenaka tersebut, tersimpan bukti kerja keras yang kini sukses membalikkan posisi Indonesia di tengah krisis pangan global.
Kisah dan pencapaian strategis ini dibagikan langsung oleh Wamentan Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, menyoroti bagaimana Indonesia kini memegang kendali atas pasokan pangan dunia.
Standar Kinerja Presiden: Pantang Duduk di Meja!
Dalam unggahannya, Sudaryono mengungkapkan bahwa Presiden memiliki cara yang tidak biasa untuk menilai apakah pejabat di sektor pertanian benar-benar bekerja atau tidak. Indikatornya cukup dilihat dari warna kulit.
Jika wajah para petinggi urusan pangan terlihat kurang gelap, Presiden justru akan menaruh curiga. Meski sempat memancing tawa, Sudaryono menyebut pesan tersirat dari teguran jenaka itu sangat menampar mental para pejabat.
- Turun ke Lumpur: Petinggi Kementerian Pertanian dituntut untuk pantang sekadar duduk manis di balik meja ber-AC.
- Berjemur di Lapangan: Pejabat harus berani menapak lumpur dan membiarkan punggung leluasa tersengat terik matahari demi mengawal produksi petani.
RI Pegang Kendali: Dari Peminta Menjadi Penyelamat Dunia
Kerja keras turun ke lapangan setiap hari itu kini membuahkan hasil yang sepadan. Sudaryono memaparkan bahwa dinamika geopolitik, khususnya penutupan Selat Hormuz, telah memicu guncangan hebat yang membuat banyak negara kalang kabut menghadapi ancaman kelaparan.
Namun, posisi Indonesia justru berbalik total 180 derajat. Ketahanan pangan yang kuat membuat Indonesia tidak lagi menengadahkan tangan ke negara lain. Sebaliknya, raksasa dunia kini yang mengetuk pintu Nusantara.
“Tiba-tiba posisinya berbalik total. Australia, India, sampai Brasil mengetuk pintu kita. Mereka antre meminta pasokan pupuk, memohon ekspor beras. Kita pantang menengadahkan tangan lagi. Kita kini memegang kendali,” tulis Sudaryono bangga.
Lumbung Pangan yang Tak Pernah Gelap
Keberhasilan Indonesia mengubah status dari negara yang rentan krisis menjadi negara pengekspor komoditas pangan vital di saat genting membuktikan bahwa strategi turun ke lapangan sangat efektif.
Menutup unggahannya yang heroik tersebut, Wamentan Sudaryono menyisipkan kalimat pamungkas yang menggambarkan dedikasi total tim pangan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat.
“Biarlah kulit makin gelap, asalkan lumbung tak pernah gelap,” pungkasnya.










