Generasi.co, Jakarta – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mendukung pesan tegas Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran Kabinet Merah Putih agar bekerja maksimal, termasuk saat hari libur.
Muzani mengatakan para pembantu Presiden harus memberikan dukungan maksimal terhadap seluruh kebijakan pemerintah agar Prabowo tidak bekerja seorang diri dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Saya berharap semua pembantu presiden bisa memberikan support dan dukungan yang maksimal terhadap semua kebijakan Presiden,” kata Muzani di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Muzani, kerja sama antara Presiden dan jajaran menteri dibutuhkan agar berbagai kebijakan pemerintah dapat berjalan optimal. Ia menilai para menteri selama ini cukup suportif dalam menjalankan kebijakan Presiden.
“Saya lihat para menterinya juga selama ini cukup suportif, cukup masif dalam melakukan kerja sama dengan kebijakan-kebijakan presiden,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong. Wakil Ketua Komisi II DPR itu menilai pernyataan Prabowo merupakan penegasan terhadap standar kerja yang harus dipenuhi para menteri Kabinet Merah Putih.
“Pengulangan pesan tersebut menunjukkan keseriusan Presiden membangun kabinet yang bekerja, responsif, dan berorientasi pada hasil,” tegas Bahtra kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).
Bahtra mengatakan sejumlah program prioritas pemerintah membutuhkan kerja ekstra, koordinasi kuat, dan eksekusi cepat. Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan dan energi, hilirisasi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi rakyat.
“Karena itu, kalimat ‘Kalau tidak sanggup, silakan minggir’ merupakan penegasan standar kerja dan loyalitas,” katanya.
Menurut Bahtra, Prabowo membutuhkan pembantu yang mampu menerjemahkan visi pemerintahan menjadi hasil nyata. Ia menegaskan jabatan menteri bukan fasilitas, melainkan mandat untuk bekerja dan memastikan kebijakan pemerintah dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
“Bagi Gerindra, jabatan bukan fasilitas, melainkan mandat untuk bekerja dan memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya bagi rakyat,” tuturnya.
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan juga menilai pesan Prabowo sebagai pengingat bahwa jabatan di pemerintahan merupakan amanah rakyat.
“Pesan Presiden Prabowo ini harus dibaca sebagai bentuk kepemimpinan yang tegas dan berorientasi hasil,” kata Daniel.
Anggota Komisi IV DPR itu mengatakan sikap tersebut tercermin dari kebiasaan Prabowo turun langsung ke lapangan, termasuk pada hari libur. Menurutnya, hal itu menjadi contoh bagi jajaran pemerintah untuk tetap bekerja keras menjalankan tugas.
Daniel mengatakan pesan agar pejabat yang tidak sanggup bekerja maksimal dipersilakan mundur bukan hal baru. Ia menyebut Prabowo sudah beberapa kali menyampaikannya, termasuk saat mencopot pimpinan BGN yang tersandung masalah tata kelola.
“Ini pengingat bahwa jabatan menteri dan pejabat lainnya adalah amanah rakyat, sehingga kinerja harus terukur dan berorientasi pada pelayanan publik,” tandasnya.
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan pesan tegas kepada jajaran Kabinet Merah Putih saat groundbreaking pembangunan PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026), bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi.
Presiden meminta para pembantunya bekerja maksimal dan tidak menjadikan hari libur sebagai alasan untuk mengurangi pengabdian kepada rakyat.
“Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah,” katanya.










