Oleh-oleh Prabowo dari Inggris: Bawa Investasi Rp90 Triliun dan 1.582 Kapal

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangannya kepada awak media di Lancaster House, London, pada Selasa, 20 Januari 2026, Foto: BPMI Setpres/Rusman

Presiden Prabowo Subianto membawa “oleh-oleh” besar dari lawatannya ke Inggris. Usai melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer, Indonesia berhasil mengamankan komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling atau setara Rp90 triliun.

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, merinci tiga poin utama hasil pertemuan di Downing Street tersebut. Selain kucuran dana segar, kesepakatan krusial lainnya menyasar sektor maritim, khususnya pengadaan ribuan armada tangkap ikan.

“Intinya ada tiga. Jadi yang pertama ada komitmen investasi sebesar 4 miliar poundsterling, itu sekitar Rp90 triliun. Kemudian yang kedua ada kerja sama maritim. Kemudian yang ketiga ada kerja sama dalam pembangunan 1.582 kapal nelayan,” ujar Teddy di London, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Serap 600 Ribu Tenaga Kerja

Teddy menekankan bahwa proyek pembangunan 1.582 kapal ikan ini tidak sekadar urusan pembelian unit. Kapal-kapal tersebut rencananya akan diproduksi dan dirakit langsung di dalam negeri. Hal ini diproyeksikan bakal membuka lapangan pekerjaan masif bagi sekitar 600.000 orang.

Teddy merinci pembagian serapan tenaga kerja tersebut:

  • 400.000 orang di sektor produksi/perakitan kapal.
  • 30.000 orang untuk awak kapal/nelayan.
  • 170.000 orang dari dampak turunan (multiplier effect) di sektor terkait.

“Jadi kapalnya ini nanti menurut Menteri Kelautan akan mempekerjakan sekitar 600.000 orang. Kenapa? Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia,” jelas Teddy.

Perbaiki Gizi Lewat Protein Ikan

Senada dengan Teddy, Presiden Prabowo menegaskan bahwa investasi besar-besaran di sektor maritim ini memiliki tujuan strategis: menyejahterakan kehidupan nelayan dan memperbaiki gizi rakyat.

“Karena kita mau besar-besaran investasi itu, kita mau perbaiki desa-desa nelayan kita, kita ingin meningkatkan kualitas hidup nelayan kita, kita ingin meningkatkan konsumsi protein rakyat kita,” ungkap Prabowo.

Kepala Negara mengingatkan bahwa tiga perempat wilayah Indonesia adalah lautan. Oleh karena itu, kerja sama ini dinilai vital untuk mendongkrak konsumsi protein yang saat ini dianggap masih rendah, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.