Polisi Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto

Betrand Peto/IG

Generasi.co, JAKARTA – Polda Metro Jaya mulai mengusut laporan dugaan kekerasan seksual yang menyeret penyanyi Betrand Peto. Polisi telah memeriksa perempuan berinisial AW yang melaporkan Betrand dan akan meminta keterangan sejumlah pihak terkait kasus tersebut.

AW diperiksa penyidik pada Senin (14/9/2026). Pengacara AW, Deki Patriana Sution, mengatakan kliennya mendapat 23 pertanyaan mengenai dugaan kejadian tersebut, termasuk perjalanan korban dari tempat keberangkatan menuju lokasi yang disebut sebagai tempat tindak pidana.

“Pemeriksaan hari ini ada beberapa pertanyaan, kami tadi ditanya, si korban ditanya itu dengan 23 pertanyaan di dalamnya, termasuk itu dari pertama kali dia berangkat dari tempatnya menuju lokasi tindak pidana itu terjadi,” kata Deki di Mapolda Metro Jaya, Senin (14/9).

Deki mengatakan pihaknya juga telah menyerahkan sejumlah bukti kepada penyidik. Dua orang saksi telah diperiksa untuk mendalami laporan tersebut.

“Jadi tadi sudah menyerahkan beberapa bukti juga, dan hari ini pun dua orang saksi sudah diperiksa juga dalam perkara ini, dan ke depan-depannya tentu akan lebih dikembangkan terkait pemeriksaan saksi segala macam gitu,” ujarnya.

Laporan terhadap Betrand, yang memiliki nama lengkap Antonius Toribio Tenkudi, diterima Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam laporan tersebut, pelapor sekaligus korban berinisial AW, sedangkan terlapor tercatat dengan inisial ATT.

“Polda Metro Jaya telah menerima laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual pada hari Sabtu, tanggal 12 September 2026, sekira pukul 10.00 WIB pagi. Adapun pelapor sekaligus korban yaitu seorang wanita inisial AW dan terlapornya adalah seorang laki-laki inisial ATT,” kata polisi, Senin (14/9/2026).

Polisi selanjutnya akan meminta keterangan pelapor, saksi-saksi, dan terlapor. Penyidik juga akan meminta visum terhadap pelapor.

Dugaan kekerasan seksual tersebut disebut terjadi di sekitar SCBD (Sudirman Central Business District), Jakarta Selatan. Polisi belum menjelaskan kronologi kejadian tersebut.