Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menjaga identitas Indonesia sebagai bangsa majemuk yang mampu merawat kerukunan di tengah keberagaman. Hal ini, menurutnya, menjadi sorotan dunia internasional di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1) malam.
Di hadapan ribuan jemaat, Prabowo menyebut bahwa persatuan di Indonesia bukanlah hal yang mustahil meski negeri ini dihuni oleh ratusan kelompok etnis dengan latar belakang budaya, bahasa, dan agama yang berbeda.
“Kita di bumi Nusantara ini, suku-suku kita menganut agama-agama yang berbeda-beda tapi kita bisa bersatu, kita bisa hidup sebagai satu bangsa,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Kepala Negara mengakui bahwa dalam negara demokrasi yang besar, perbedaan pandangan dan gesekan adalah sebuah keniscayaan. Namun, ia menilai Indonesia memiliki kelebihan karena mampu mengelola perbedaan tersebut dengan saling menghormati, sebuah kualitas yang kini diapresiasi oleh bangsa-bangsa lain.
“Kita mengerti, negara sebesar ini pasti ada perselisihan paham, ada konflik, ada persaingan. Tetapi secara umum, bangsa-bangsa lain mulai melihat bangsa Indonesia dapat hidup dengan harmoni,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan rasa syukurnya atas takdir memimpin Indonesia. Ia menyebut posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Saya merasa bangga mendapat kehormatan besar menjadi presiden dari sebuah negara yang sangat besar, jumlahnya keempat terbesar di dunia,” tutur Prabowo.
Acara Puncak Natal Nasional 2025 ini mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”. Prabowo menutup sambutannya dengan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Kristiani dan menegaskan komitmen Kabinet Merah Putih untuk terus bekerja melayani rakyat.
“Saya ucapkan Selamat Hari Raya Natal kepada saudara-saudaraku umat Kristiani se-bangsa dan se-tanah air,” ucapnya.
Perayaan ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama Nasaruddin Umar, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, serta pimpinan TNI-Polri.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menambahkan bahwa momentum Natal Nasional ini sejalan dengan semangat moderasi beragama untuk mempererat persaudaraan lintas iman. Acara dimeriahkan dengan doa bersama dan penampilan teatrikal dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).










