Prabowo Gagas Akademi Gubernur hingga Dirjen di Bawah URI

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggagas pembentukan akademi khusus bagi kepala daerah hingga direktur jenderal (dirjen) di kementerian/lembaga. Akademi tersebut direncanakan menjadi bagian dari pengembangan Universitas Republik Indonesia (URI).

Prabowo mengatakan akademi itu dapat memberikan pendidikan khusus sebelum seseorang menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Pendidikan tersebut mencakup pembekalan kepemimpinan, administrasi, dan pemahaman terhadap tanggung jawab jabatan.

“Akademi Gubernur, Akademi Bupati, dan sebagainya mungkin di bawah URI juga. Dan juga mungkin Akademi Dirjen. Sebelum dia masuk jabatan harus digembleng,” ujar Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip dari rilis Bakom RI, Kamis (17/9/2026).

Gagasan tersebut, kata Prabowo, berkaitan dengan upaya memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mengatasi ketidaksinkronan kerja di sejumlah institusi pemerintahan.

“Kita harus memperbaiki semua institusi kita. Kalau ada ketidaksinkronan antara lembaga dan ada gap yang Anda katakan, ya itu tantangan kita. Itu harus kita perbaiki,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, perbaikan institusi tidak cukup dilakukan melalui perubahan struktur. Pemerintah juga perlu memperbaiki proses rekrutmen, evaluasi, pembinaan, dan persiapan orang-orang yang bekerja di dalamnya.

“Langkah apa untuk memperbaiki rekrutmen, evaluasi, pembinaan, persiapan, itu yang kita lakukan. Makanya, antara lain saya bentuk Universitas Republik Indonesia,” ujarnya.

Prabowo menyebut pembentukan URI, pembaruan Lembaga Administrasi Negara (LAN), serta rencana akademi bagi pejabat pemerintahan merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem dan menyiapkan SDM yang profesional.

Ia mengatakan pendidikan sebelum menduduki jabatan diperlukan agar pejabat memahami tugasnya dan dapat menyelaraskan pekerjaan dengan kebijakan pemerintah. Pengisian jabatan, kata dia, juga perlu semakin berorientasi pada kemampuan, integritas, dan kesiapan.

Melalui URI, pemerintah juga ingin menjaring lulusan terbaik dari berbagai perguruan tinggi untuk disiapkan mengisi kebutuhan kepemimpinan dan administrasi pemerintahan.

“Kita testing yang terbaik dari setiap lulusan semua universitas. Tiap tahun, IQ yang tertinggi itu yang kita kumpulkan dan ini yang akan kita siapkan di situ, jadi ini salah satu upaya kita,” kata Prabowo.