Generasi.co, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menilai arah ekonomi Indonesia dalam tiga dekade terakhir terlalu banyak dipengaruhi paham neoliberal yang dinilainya tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Prabowo mengatakan paham ekonomi tersebut tidak terbukti mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Karena itu, pemerintah kini mendorong ekonomi kerakyatan dengan asas kekeluargaan melalui pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
“Di masa 30 tahun yang terakhir ini, kita melihat ekonomi Indonesia dikuasai oleh paham ekonomi neoliberal yang sesungguhnya adalah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, keyakinan bahwa kapitalisme dan neoliberalisme ala Barat dapat menciptakan kesejahteraan dalam waktu singkat merupakan kekeliruan yang dilakukan para elite pada masa lalu. Namun, dia menegaskan tidak menyalahkan pihak tertentu atas kebijakan tersebut.
“Ternyata setelah tiga dasawarsa kita melihat, tidak benar. Saya termasuk mungkin salah satu yang dari awal sudah memperingatkan bahwa paham kapitalisme, neoliberal tidak akan berhasil dan tidak akan membawa kesejahteraan dan tidak mungkin membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak,” ujarnya.
Prabowo juga menyinggung sejumlah negara yang disebutnya mulai meninggalkan paham neoliberal. Menurutnya, hanya Indonesia yang masih mempertahankan sistem tersebut.
“Tidak ada dan pemimpin barat sekarang mereka sudah meninggalkan neolib, Amerika, Eropa dan Eropa Barat. Hanya di kita, saya gak paham ada orang-orang pintar, terlalu pintar mungkin,” kata Prabowo.
Presiden menjelaskan, salah satu pandangan dalam neoliberalisme yang ditentangnya adalah anggapan bahwa pertumbuhan kelompok kaya akan secara otomatis memberikan manfaat bagi masyarakat bawah melalui mekanisme tetesan ke bawah.
“Biar yang kaya hanya satu persen, kalau mereka kaya lama-lama kekayaannya netes ke bawah, kalian percaya gak akan netes ke bawah?” ujar Prabowo.
Sebagai alternatif, Prabowo mendorong penguatan ekonomi rakyat melalui koperasi. Menurutnya, koperasi menjadi instrumen untuk membangun kekuatan ekonomi masyarakat dengan prinsip kebersamaan.
Prabowo menegaskan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan terus berjalan meski menghadapi kritik. Dia meyakini kebijakan tersebut berada pada jalur yang benar untuk membela kepentingan rakyat dan kehormatan bangsa Indonesia.
“Kita jalan terus kita tidak ragu-ragu kita berada di jalan yang benar membela rakyat dan kehormatan bangsa Indonesia,” tegasnya.










