RI–Jerman Sepakat Perkuat Transisi Energi dan Perluas Kerja Sama Ketenagakerjaan

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dan Menlu RI Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dan Menlu RI Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)

Menlu RI Sugiono sebut Indonesia dan Jerman sepakat dorong transisi energi bersih dan perluas kerja sama tenaga kerja, termasuk sektor hospitality.

Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan Indonesia dan Jerman telah mencapai kesepakatan penting untuk memperkuat kemitraan di bidang transisi energi dan ketenagakerjaan.

Pernyataan ini disampaikan usai pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, di Gedung Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025).

Sugiono menegaskan komitmen kedua negara dalam mendukung transisi menuju energi bersih, dengan menyoroti peran sentral Jerman dalam kemitraan multilateral terkait energi.

“Kemudian di bidang energi, kami juga mengapresiasi peran Jerman sebagai co-lead di JETP Just Energy Transition Partnership bersama-sama dengan Jepang dan Indonesia dan Jerman sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam transisi energi bersih termasuk mendorong peran sektor swasta dalam investasi hijau,” ujarnya, dikutip pada Rabu (20/8).

JETP atau Just Energy Transition Partnership merupakan inisiatif global yang bertujuan mempercepat pengurangan emisi dan mendukung transisi energi berkelanjutan di negara-negara berkembang. Sugiono menyebut keterlibatan Jerman sebagai co-lead dalam JETP bersama Jepang dan Indonesia merupakan bentuk nyata dukungan internasional terhadap agenda energi bersih nasional.

Selain sektor energi, pertemuan tersebut juga membahas kolaborasi di bidang ketenagakerjaan yang sudah terjalin erat selama beberapa tahun terakhir.

Sugiono menyoroti kesuksesan program Triple Win, yang telah membuka peluang kerja bagi ratusan tenaga kesehatan Indonesia di Jerman.

“Salah satu kerja sama intensif antara Indonesia-Jerman adalah kerja sama di bidang ketenagakerjaan di mana Indonesia dan Jerman memiliki satu program yang bernama Triple Win yang telah sukses memberangkatkan 329 tenaga kesehatan Indonesia ke Jerman,” jelasnya.

Berangkat dari keberhasilan program tersebut, Indonesia dan Jerman sepakat untuk memperluas cakupan kerja sama ketenagakerjaan, khususnya dalam sektor hospitality atau perhotelan.

“Belajar dari kesuksesan ini, kami juga berinisiatif untuk memperluas sektor pengiriman pekerjaan migran Indonesia di sektor hospitality. Tentu saja yang menjadi kunci adalah pemahaman bahasa,” tutup Sugiono.

Upaya ini dinilai sebagai langkah konkret untuk meningkatkan mobilitas tenaga kerja profesional Indonesia di pasar global, sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Jerman secara berkelanjutan.

(BAS/Red)