Dukung Peran RI bagi Palestina, Mulyanto: Pastikan Perdamaian yang Adil dan Substantif

Ketua MPP PKS Mulyanto/Pak Mul

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto, memberikan dukungan moril sekaligus catatan konstruktif bagi Pemerintah Indonesia yang tengah mengambil peran strategis di kancah global, khususnya terkait isu Palestina.

Merespons dinamika pembentukan Board of Peace (Dewan Perdamaian) inisiasi Presiden AS Donald Trump, Mulyanto mengingatkan agar pemerintah menjadikan momentum ini untuk memperkuat posisi tawar Indonesia sesuai amanat konstitusi.

“Indonesia memiliki sikap konstitusional yang jelas dan tegas terhadap isu Palestina. Sejak bangsa ini berdiri, Indonesia menolak segala bentuk penjajahan dan selalu berdiri bersama pihak yang tertindas,” ujar Mulyanto dalam keterangannya, Senin (26/1).

Pastikan Keadilan Substantif

Alumni Lemhannas ini mendorong pemerintah agar memastikan keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut benar-benar membawa dampak nyata bagi keadilan substansial. Menurutnya, setiap inisiatif perdamaian harus menempatkan rakyat Palestina sebagai subjek utama, bukan objek semata.

Mulyanto berharap diplomasi Indonesia dapat menjembatani kepentingan rakyat Palestina yang selama ini terpinggirkan, serta memastikan proses perdamaian berjalan sesuai hukum internasional.

“Perdamaian yang dirancang harus menghadirkan suara korban… agar tidak menjadi perdamaian semu, melainkan menyelesaikan akar ketidakadilan yang telah berlangsung puluhan tahun,” jelasnya.

Perkuat Politik Bebas Aktif

Mantan Anggota DPR RI ini juga menekankan pentingnya prinsip politik luar negeri ‘Bebas Aktif’. Ia percaya pemerintah mampu menjaga kemandirian sikap Indonesia di tengah tarikan kepentingan geopolitik global.

“Bebas berarti tidak tunduk pada agenda negara mana pun dan aktif berarti konsisten memperjuangkan keadilan,” tegas Mulyanto.

Ia pun sepakat bahwa Indonesia harus mengambil peran depan dalam aspek kemanusiaan. Mulyanto mendukung penuh upaya pemerintah dalam misi rekonstruksi dan bantuan bagi warga Gaza, selama hal tersebut tidak mengaburkan tujuan utama kemerdekaan Palestina.

“Indonesia tentu dapat dan harus berperan dalam misi kemanusiaan, gencatan senjata permanen, dan rekonstruksi Palestina,” pungkasnya.