Sering Disangka Sama, Ini Perbedaan Asam Urat dan Kolesterol dari Letak Rasa Sakitnya

Nyeri Punggung/Pexels

Banyak orang masih sering keliru membedakan asam urat dan kolesterol. Wajar saja, keduanya kerap dikaitkan dengan rasa nyeri di tubuh. Padahal, meski sama-sama berhubungan dengan metabolisme lemak, penyebab, lokasi, dan karakteristik rasa sakitnya berbeda.

Memahami perbedaan asam urat dan kolesterol berdasarkan letak nyeri dapat membantu Anda mengenali gejala lebih awal dan mengambil langkah penanganan yang tepat.

Letak dan Ciri Rasa Sakit Asam Urat

Mengutip Mayo Clinic, asam urat merupakan produk sampingan dari pemecahan purin di dalam tubuh. Purin sendiri bisa berasal dari makanan maupun diproduksi secara alami oleh tubuh.

Saat kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi, kristal asam urat dapat terbentuk dan menumpuk di persendian. Kondisi inilah yang memicu peradangan dan nyeri hebat, yang dikenal sebagai encok.

Ciri khas nyeri asam urat antara lain:

  • Muncul tiba-tiba dan terasa sangat intens
  • Sering terjadi pada malam hari
  • Lokasi paling umum: sendi jempol kaki

Namun, asam urat juga bisa menyerang sendi lain, seperti pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, hingga jari tangan.

Sendi yang terdampak biasanya:

  • Bengkak
  • Kemerahan
  • Terasa hangat
  • Sangat nyeri saat disentuh atau digerakkan

Serangan asam urat bisa berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari, dengan rasa sakit paling parah pada 4–12 jam pertama.

Letak dan Ciri Rasa Sakit akibat Kolesterol Tinggi

Berbeda dengan asam urat, kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Banyak orang baru menyadari kadar kolesterolnya tinggi setelah terjadi gangguan serius pada pembuluh darah.

Mengutip Cleveland Clinic, kolesterol adalah lemak yang diangkut oleh lipoprotein dalam darah, seperti LDL (kolesterol jahat) dan HDL (kolesterol baik).

Ketika kadar LDL terlalu tinggi, lemak akan menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak. Proses ini disebut aterosklerosis, yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan menghambat aliran darah.

Penumpukan plak tidak hanya terjadi di jantung, tetapi juga di arteri perifer—pembuluh darah di kaki atau tangan. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit arteri perifer (PAP).

Pada tahap awal, PAP sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, jika penyumbatan sudah mencapai sekitar 60 persen atau lebih, penderitanya bisa merasakan:

  • Kram atau nyeri pada kaki saat berjalan
  • Rasa sakit berkurang atau hilang saat beristirahat

Gejala ini menandakan berkurangnya aliran darah ke otot akibat penyempitan arteri oleh plak kolesterol.

Kesimpulannya, Apa Bedanya?

Secara sederhana, perbedaan asam urat dan kolesterol dari letak sakitnya adalah:

  • Asam urat: nyeri sendi yang muncul tiba-tiba, sangat nyeri, dan disertai pembengkakan
  • Kolesterol tinggi: umumnya tanpa gejala, nyeri baru muncul jika sudah terjadi penyempitan pembuluh darah

Meski berbeda, pencegahan keduanya relatif sama. Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, mengontrol berat badan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mencegah asam urat maupun kolesterol tinggi.

Mengenali perbedaannya sejak dini adalah langkah awal untuk hidup lebih sehat.