Perkokoh Posisi di Pasar Global, BNI Fokus Jaga Predikat ‘Investment Grade’

Menara BNI (Sumber: BNI)
Menara BNI (Sumber: BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan kinerja positif dalam memperkokoh posisinya di pasar modal internasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2025, bank pelat merah ini menunjukkan ketangguhan signifikan, terutama dalam pengelolaan instrumen utang luar negeri dan penguatan profil risiko di mata lembaga pemeringkat dunia.

Salah satu sorotan utama dalam laporan tahun ini adalah penguatan peringkat surat utang global perseroan, yakni BNI Global Bond 2024.

Peringkat Naik ke Level ‘BBB’

Lembaga pemeringkat global, Fitch, resmi menaikkan peringkat obligasi senior BNI tersebut menjadi ‘BBB’ pada April 2025. Capaian ini menyamai peringkat dari S&P yang juga menyematkan level ‘BBB’ untuk BNI.

Kenaikan peringkat ini dinilai bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal kuat bagi para manajer investasi global—mulai dari London hingga New York—bahwa manajemen risiko BNI berada pada jalur yang tepat (on track).

Strategi Pendanaan Tapera

Dalam catatan laporan keuangannya, manajemen BNI menegaskan bahwa dana hasil penerbitan instrumen keuangan dikelola untuk tujuan strategis yang berdampak luas.

“Penerimaan hasil penerbitan instrumen keuangan ini dipergunakan secara strategis,” tulis manajemen BNI dalam laporannya.

BNI tidak hanya berfokus pada ekspansi bisnis, tetapi juga keberlanjutan. Sebagai bukti nyata, perseroan menerbitkan Long Term Notes (LTN) pada Februari 2025 senilai lebih dari Rp14 miliar.

Dana dari instrumen ini dialokasikan secara khusus untuk pembiayaan perumahan bagi peserta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Langkah ini menunjukkan integrasi antara tanggung jawab sosial dan strategi pendanaan jangka panjang perseroan.

Sorotan Auditor pada Sistem TI

Meski mencatatkan kinerja gemilang, BNI tetap menghadapi tantangan operasional, khususnya terkait infrastruktur teknologi.

Ketergantungan pada infrastruktur teknologi informasi (TI) yang kompleks menjadi fokus utama auditor eksternal dari PwC. Lingkungan TI BNI yang luas, mencakup antarmuka sistem yang rumit untuk pelaporan keuangan, dikategorikan sebagai area audit utama (key audit matter).

Auditor menekankan pentingnya pengendalian keamanan akses dan manajemen perubahan sistem untuk memastikan integritas data keuangan tetap terjaga di era digital ini.

Komitmen ‘Investment Grade’

Untuk menjaga kepercayaan investor, BNI merilis Risk Appetite Statement (RAS) yang memberikan gambaran jelas mengenai arah masa depan perusahaan.

Bank berlogo angka 46 ini berkomitmen untuk menjaga tingkat kesehatan bank pada predikat “Sehat” dan memastikan peringkat investasi tetap bertahan pada kategori layak investasi atau investment grade.

Di tengah pasar yang semakin kompetitif, transparansi mengenai risiko strategis dan kepatuhan menjadi nilai jual yang sangat berharga bagi BNI.