Hadiri Halal Bihalal di Yogya, Ketua MPR Muzani Puji Kontribusi Muhammadiyah dan Titip Pesan Prabowo

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani/Muhammadiyah

Yogyakarta, Generasi.co — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, langsung tancap gas menghadiri acara Halal Bihalal Muhammadiyah di Yogyakarta sesaat setelah mendarat di Kota Pelajar tersebut. Dalam lawatannya, Muzani memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi historis dan berkelanjutan organisasi Islam tersebut dalam pembangunan bangsa.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Muzani membagikan momen kehangatan silaturahmi tersebut. Ia menyebut langsung bergegas menuju lokasi acara bersama sejumlah tokoh, termasuk Danang Wicaksana Sulistya.

Kebesaran Jiwa Kader Jadi Fondasi Utama

Dalam pernyataannya, Ketua MPR itu menyoroti fondasi kuat persyarikatan Muhammadiyah yang tidak lepas dari dedikasi tulus para anggotanya di akar rumput. Menurutnya, kebesaran jiwa dan keikhlasan para kader adalah motor penggerak utama yang membuat Muhammadiyah tumbuh membesar menjadi pilar penting peradaban di Indonesia.

“Muhammadiyah menjadi seperti sekarang karena kebesaran jiwa para kadernya dalam membangun organisasi. Indonesia patut bersyukur karena sampai hari ini Muhammadiyah terus memberikan kontribusinya untuk pembangunan bangsa kita,” tulis Muzani mengapresiasi.

Bawa Pesan Khusus dari Istana

Lebih dari sekadar menjalin silaturahmi, momentum Halal Bihalal ini juga dimanfaatkan Muzani untuk mempererat jembatan komunikasi antara pemerintah pusat dan pimpinan ormas Islam. Menutup keterangannya, ia menjalankan peran sebagai pembawa pesan dari pucuk pimpinan negara.

Muzani secara khusus menyampaikan dukungan moril dan salam kehormatan dari Presiden RI kepada seluruh keluarga besar persyarikatan.

“Tak lupa saya juga menyampaikan salam hormat dari Bapak Presiden Prabowo kepada seluruh kader Muhammadiyah Yogyakarta dan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Kehadiran Ketua MPR ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara lembaga negara dan elemen masyarakat sipil, khususnya Muhammadiyah, dalam mengawal arah pembangunan dan menjaga kerukunan bangsa.