Seoul, Generasi.co — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), memimpin delegasi diplomasi kebangsaan ke Korea Selatan untuk memperkuat kerja sama strategis di sektor infrastruktur dan transportasi. Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung dengan jajaran pimpinan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea Selatan, Rabu (29/4/2026).
Delegasi Indonesia diterima langsung oleh Wakil Menteri Pertama MOLIT, Kim Yi-tak, bersama jajaran pejabat strategis dari Direktorat Kebijakan Konstruksi Luar Negeri dan Korea National Railroad Corporation.
“Indonesia hadir bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai sahabat dan mitra strategis yang ingin menyelaraskan masa depan bersama. Kami percaya pengalaman Korea Selatan dalam membangun infrastruktur visioner dapat menjadi inspirasi bagi pembangunan Indonesia,” ujar Ibas dalam sambutannya.
APBN 2025: Komitmen Rp400 Triliun untuk Infrastruktur
Ibas menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tengah melakukan percepatan pembangunan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini dibuktikan dengan alokasi anggaran infrastruktur dalam APBN 2025 yang mencapai sekitar Rp400 triliun.
Beberapa fokus utama pembangunan Indonesia periode 2025–2029 meliputi:
- Konektivitas: Percepatan jalan nasional dan integrasi logistik guna menekan biaya logistik yang saat ini masih di angka 23% dari PDB.
- Ketahanan Dasar: Penguatan ketahanan air, pangan, serta akses air bersih dan sanitasi.
- Urban Modern: Pembangunan perumahan terjangkau dan pengembangan Smart City yang hijau serta cerdas.
LRT Jakarta dan IKN Jadi Prioritas Kerja Sama
Pertemuan tersebut secara khusus membahas keterlibatan perusahaan Korea Selatan dalam proyek strategis nasional. Wakil Menteri MOLIT, Kim Yi-tak, menyatakan ketertarikan besar Korea Selatan untuk memperkuat kerangka kerja sama melalui mekanisme Bantuan Pembangunan Resmi (ODA).
Dua proyek utama yang menjadi sorotan adalah:
- LRT Jakarta: Perusahaan-perusahaan Korea sedang bersiap untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan moda transportasi ini.
- Smart City Center di IKN: Pembangunan pusat kota pintar di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan didukung melalui skema ODA.
“Kami mengundang Korea Selatan untuk berperan tidak hanya sebagai kontraktor, tetapi sebagai mitra investasi strategis, terutama dalam teknologi konstruksi tahan gempa dan infrastruktur ramah lingkungan seperti warm mix asphalt,” tambah Ibas.
Transfer Teknologi Berbasis AI
Selain investasi fisik, diplomasi ini juga menghasilkan kesepakatan pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) terkait teknologi mutakhir, di antaranya:
- Penerapan Intelligent Transport Systems (ITS).
- Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam manajemen transportasi dan pemantauan infrastruktur.
- Pengembangan Smart City berbasis living lab.
Delegasi Lintas Komisi
Dalam kunjungan ini, Ibas didampingi oleh sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat dari berbagai komisi di DPR RI untuk memastikan sinergi kebijakan, antara lain:
- Komisi V (Infrastruktur): Wastam dan Muhammad Lokot Nasution.
- Komisi I & VII (Diplomasi & Energi): Anton Sukartono Suratto, Rizki Natakusumah, dan Dina Lorenza.
- Komisi XII & XIII (Investasi & Hukum): Sartono dan Rinto Subekti.
- Komisi IX & X (Sosial & Pendidikan): Lucy Kurniasari dan Bramantyo Suwondo.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada kesepakatan di atas kertas, tetapi terwujud dalam proyek nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara,” pungkas Ibas.










