IHSG Babak Belur Susut 3 Persen, Dasco Turun Gunung ke BEI Kawal Kepercayaan Investor

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad [tengah]/Pemkab Magetan

JAKARTA, Generasi.co — Tekanan berat yang menghantam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga anjlok lebih dari 3 persen pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (19/5/2026), memicu respons cepat dari jajaran pejabat tinggi negara.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memimpin langsung rombongan pejabat—termasuk pimpinan OJK, BPI Danantara, dan BP BUMN—mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Kedatangan Dasco bertujuan untuk mengonsolidasikan langkah strategis guna menjaga tingkat kepercayaan investor di pasar modal tanah air.

Fokus DPR: Yakinkan Investor Global dan Lindungi Ritel

Di tengah kepanikan pasar yang membawa IHSG merosot tajam sebesar 202,971 poin ke level 6.396,268, Dasco menegaskan bahwa DPR bersama regulator dan otoritas pasar modal tidak tinggal diam. Ia menyatakan bahwa pemerintah tengah meracik penyempurnaan regulasi agar pasar saham Indonesia tetap menarik dan aman.

Fokus utama dari pertemuan darurat tersebut terbagi menjadi dua pilar:

  • Menahan Capital Outflow: Meyakinkan dan memperkuat fundamental bagi investor global yang sudah berada di dalam bursa maupun yang berencana masuk.
  • Kenyamanan Investor Lokal: Memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi investor ritel domestik yang jumlahnya terus menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami tadi sudah banyak berdiskusi di atas, bagaimana kita meyakinkan untuk menguatkan investor global. Dengan mendengarkan paparan dari pemerintah bursa, bagaimana mereka menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa meyakinkan dan membuat para investor lokal merasa nyaman,” ujar Dasco di Gedung BEI.

Optimisme Fundamental dan Target 29 Mei

Meskipun pasar tengah berdarah-darah—sempat menyentuh level terendah di 6.376,343 dari harga pembukaan 6.599,213—Dasco tetap meyakini bahwa muramnya bursa hanya bersifat sementara.

Politisi Partai Gerindra ini optimistis bahwa fundamental ekonomi domestik yang kuat, ditopang oleh agresivitas pertumbuhan investor ritel, akan menjadi bantalan utama yang menguatkan ketahanan bursa ke depan.

Lebih lanjut, Dasco mematok akhir bulan ini sebagai titik balik pemulihan bursa saham Indonesia. Ia berharap langkah intervensi dan perbaikan regulasi yang dilakukan oleh otoritas terkait dapat segera tercermin pada pergerakan indeks.

“Mudah-mudahan kita akan melihat langsung setelah tanggal 29 [Mei, penyesuaian indeks MSCI] ini, semua yang dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan memiliki hasil,” pungkas Dasco.

Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut, Dasco turut didampingi oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, serta Kepala BP BUMN Dony Oskaria, yang seluruhnya sepakat bahwa pergerakan bursa saat ini tengah menuju proses price discovery yang lebih sehat dan rasional.