BRI Raih Juara 1 PJP di Papua, Dorong Percepatan Ekosistem QRIS

BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Wujudkan Pengalaman Transaksi Luar Negeri yang Makin Mudah/Ist.

Generasi.co, Jayapura – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali mencatatkan prestasi dalam pengembangan ekosistem pembayaran digital di Papua dengan meraih juara pertama kategori Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) terbaik pada ajang QRIS Merchant Super League 2026.

    Penghargaan tersebut diberikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi BRI dalam memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta mendukung percepatan transaksi digital yang inklusif di wilayah tersebut.

    Regional Funding and Transaction Head (RFTH) BRI Region 18 Jayapura, Djaka Dani Amboro, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif dalam memperluas akuisisi merchant QRIS di Papua, termasuk di sektor usaha kecil dan rumah ibadah.

    Selain meraih juara pertama kategori PJP, BRI juga memperoleh penghargaan sebagai terbaik dalam akuisisi merchant rumah ibadah. Capaian ini disebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperluas akseptasi QRIS di berbagai lini masyarakat.

    “Ini merupakan upaya BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif,” kata Djaka.

    Tidak hanya di tingkat institusi, dua pegawai BRI juga turut menerima penghargaan individu. Dalma Ambarante meraih juara pertama, sementara Idham Latief menempati posisi ketiga atas kontribusi mereka dalam mempercepat akuisisi merchant dan digitalisasi transaksi QRIS di Papua.

    Djaka menjelaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti kontribusi nyata BRI dalam mendukung program Bank Indonesia untuk mempercepat transformasi sistem pembayaran digital, meningkatkan inklusi keuangan, serta mendorong masyarakat beralih ke transaksi non-tunai yang lebih aman dan efisien.

    Ke depan, BRI menegaskan komitmennya untuk memperluas penggunaan QRIS ke berbagai sektor, termasuk UMKM, rumah ibadah, pendidikan, hingga layanan publik guna memperkuat pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif di Papua.

    Perusahaan juga akan terus mendorong peningkatan literasi dan percepatan adopsi transaksi digital di masyarakat sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi daerah.