Gerindra: Perbaiki Latsarmil, Jangan Hentikan Program Strategis Pemerintah

Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso/DPR RI

Generasi.co, Jakarta – Partai Gerindra meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) setelah lima peserta meninggal dunia. Namun, partai tersebut menegaskan evaluasi tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan program strategis pemerintah, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso mengatakan peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki standar keselamatan, pengawasan, dan tata kelola pelaksanaan pelatihan.

“Peristiwa ini harus dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi untuk memastikan standar keselamatan, pengawasan, dan tata kelola pelaksanaan program semakin baik sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Sugiat kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, pembenahan perlu dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Salah satu langkah yang dinilai penting ialah memperketat pemeriksaan kesehatan calon peserta sebelum mengikuti pelatihan.

Selain itu, Sugiat meminta pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap keluarga korban dan memastikan proses investigasi dilakukan secara terbuka.

“Negara tidak boleh abai. Pemerintah harus memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan, perhatian, serta seluruh hak yang menjadi tanggung jawab negara. Penanganan kasus ini juga harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel agar masyarakat memperoleh kejelasan,” ujarnya.

Meski mendukung evaluasi total, Gerindra menilai persoalan dalam pelaksanaan Latsarmil tidak boleh mengaburkan tujuan utama program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan pemerintah.

“Kalau ada kekurangan dalam pelaksanaan, tentu harus diperbaiki. Tetapi semangat membangun desa, memperkuat koperasi, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan jangan sampai berhenti. Justru kita harus memastikan seluruh rangkaian program dilaksanakan dengan standar keselamatan yang lebih tinggi dan tata kelola yang semakin baik,” kata Sugiat.

Ia berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah menghasilkan perbaikan nyata sehingga pelaksanaan program strategis ke depan menjadi lebih aman, profesional, dan akuntabel.

“Karena itu, evaluasi harus menghasilkan perbaikan nyata sehingga seluruh program strategis dapat berjalan lebih aman, lebih profesional, dan lebih akuntabel,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan memutuskan menghentikan konsep Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer KDMP dan KNMP. Program tersebut selanjutnya diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.