Generasi.co, Jakarta – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menargetkan penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) mulai dilakukan paling lambat 25 September 2026.
Ferry mengatakan penempatan manajer akan diserahkan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara setelah proses verifikasi, validasi, dan evaluasi selesai. Evaluasi dilakukan secara paralel dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
” Kita bisa asumsinya itu sudah ada selesai verifikasi, validasi. Setelah itu selesai dievaluasi secara paralel dengan BPKP kemudian dilaksanakan berita acara serah terima. Asumsi per tanggal 25 September sebenarnya proses penempatan atau deploy ini bisa dilakukan oleh PT Agrinas (Pangan),” ujar Ferry dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya @ferry.juliantono, Rabu (16/9/2026).
Target tersebut dibahas Ferry dalam rapat koordinasi bersama Badan Pengaturan BUMN dan PT Agrinas Pangan Nusantara. Rapat itu juga membahas besaran gaji dan tunjangan bagi manajer Kopdes Merah Putih.
“Dalam rapat ini, kita juga perlu segera memutuskan rencana penempatan manager, termasuk besaran gaji, tunjangan, dan hal-hal terkait lainnya. Kita ingin memastikan seluruh proses berjalan tepat waktu agar operasionalisasi KDKMP dapat segera dilaksanakan dengan baik,” kata Ferry.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria meminta proses penempatan tidak berlarut-larut dan segera dituntaskan sesuai mekanisme dalam Instruksi Presiden (Inpres).
Dony mengatakan Agrinas telah memetakan koperasi yang siap beroperasi sehingga penentuan manajer dapat diserahkan kepada perusahaan tersebut.
“Saya tidak mau berlarut-larut prosesnya untuk segera dituntaskan sesuai dengan mekanisme di Inpers yang sudah dibuat. Nah ini kan harus nanti penentuan orang dan lain sebagainya diserahkan kepada Agrinas Pangan yang sudah mengetahui di mana posisi koperasi yang siap beroperasi,” ujar Dony.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mendesak Kementerian Koperasi dan BP BUMN segera menempatkan ribuan manajer Kopdes Merah Putih yang telah mengikuti pelatihan.
Joao mengatakan Agrinas siap menampung 13 ribu hingga 15 ribu manajer untuk ditempatkan di koperasi yang telah siap beroperasi. Ia mempertanyakan kendala birokrasi yang membuat proses penempatan belum berjalan.
“Ini kan manajer-manajer ini juga menjadi akhirnya kan menjadi ramai gitu. Apa sih susahnya gitu? Apa kendalanya gitu? Udah kalau enggak ini kasih aja ke Agrinas, kasih nama-namanya, kasih kontaknya, kami kirim email, kami kirim ini, gampang, enggak perlu ada biaya-biaya gitu,” kata Joao melalui unggahan Instagram pribadinya @bung.joaomota, Senin (14/9/2026).
Joao juga menyoroti kebiasaan birokrasi yang menurutnya selalu membutuhkan anggaran sebelum menjalankan pekerjaan. Ia menilai penempatan manajer semestinya dapat dilakukan dengan inisiatif dan kreativitas tanpa menunggu anggaran.
“Kok sedikit-sedikit kerja itu harus selalu harus ada uang dulu baru kerja. Seolah-olah kayaknya tidak ada inisiatif, tidak ada kreativitas dalam bekerja gitu. Ini kerja model apa ini? Ini hanya menghambat saja gitu,” ujarnya.
Joao turut menyinggung persoalan teknis penempatan manajer yang menurutnya tidak semestinya berlarut-larut dan dilempar kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Ini suatu program besar yang harus segera berjalan dan harusnya semua pihak mendukung. Ini semua kok sepertinya sedikit-sedikit harus dilempar ke Pak Presiden. Apa sih ini kendalanya gitu? Masalahnya cuman hanya menempatkan orang kok susah sekali gitu, kayak saya ndak habis pikir gitu,” katanya.










