Generasi.co, New York – Semakin banyak pria muda di Amerika Serikat memilih tidak lagi mendekati perempuan secara langsung karena khawatir dicap sebagai sosok yang mengganggu atau “creepy”. Ironisnya, sebuah survei terbaru justru menunjukkan mayoritas perempuan berharap lebih sering diajak berkenalan secara langsung.
Dilansir melalui New York Post, fenomena tersebut dialami Ryan Kessler (28), seorang analis keamanan siber di Manhattan. Meski ingin menemukan pasangan hidup, ia mengaku kerap mengurungkan niat untuk menyapa perempuan di ruang publik karena takut membuat mereka merasa tidak nyaman.
“Saya tidak pernah ingin membuat orang lain merasa tidak nyaman, dan saya ingin tetap menghormati mereka,” ujar Kessler.
Menurutnya, kekhawatiran itu membuat interaksinya dengan perempuan menjadi sangat jarang, meski ia tetap aktif menggunakan aplikasi kencan seperti Bumble dan Hinge.
Fenomena tersebut bukan kasus yang berdiri sendiri. Laporan tahun 2025 yang dikutip New York Post menemukan hampir separuh pria lajang di Amerika mengalami approach anxiety atau kecemasan untuk memulai percakapan dengan perempuan.
Penelitian terhadap 1.000 responden pria menunjukkan 44 persen mengaku ketakutan dicap sebagai sosok “creepy” membuat mereka mengurangi keinginan untuk mendekati perempuan.
Namun, hasil survei yang sama justru memperlihatkan adanya kesenjangan persepsi. Sebanyak 77 persen perempuan berusia 18 hingga 30 tahun berharap lebih sering didekati secara langsung, sementara 68 persen perempuan berusia 30 hingga 40 tahun menyatakan keinginan serupa.
Pelatih hubungan asal New York, Connell Barrett, menilai banyak pria salah memahami pesan yang disampaikan perempuan. Menurutnya, perempuan bukan menolak percakapan, melainkan menolak perilaku yang tidak sopan atau melecehkan.
“Perempuan bukan mengatakan, ‘Jangan datang berbicara kepada kami.’ Mereka mengatakan, ‘Jangan mengobjektifikasi, melecehkan, atau tidak menghormati kami,'” kata Barrett.
Ia mendorong pria untuk tidak membiarkan rasa takut mendominasi. Menurut Barrett, menyapa perempuan secara sopan tetap merupakan hal yang wajar selama dilakukan dengan empati dan rasa hormat.
“Tidak masalah mengatakan ‘halo’ kepada perempuan di dunia nyata, asalkan dilakukan dengan empati dan pesona yang tepat,” ujarnya.
Di sisi lain, tidak semua pria masih ingin mengambil risiko tersebut. Grant Greenly (24), aktor dan model asal Texas, mengaku memutuskan berhenti mendekati perempuan setelah beberapa kali mendapat respons negatif.
“Saya tidak akan melakukannya lagi. Mendekati perempuan saat ini tidak sebanding dengan risikonya,” katanya.
Pandangan serupa juga disampaikan komedian dan podcaster Levi McCachen. Ia menilai sudah saatnya perempuan lebih aktif mengambil inisiatif dalam memulai hubungan.
“Pria, kita perlu berhenti mendekati perempuan. Sekarang giliran perempuan,” ujarnya.










