Gerindra Dorong IKN Dikembangkan sebagai Wisata Olahraga dan Kebugaran

Foto: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Dok Partai Gerindra)
Foto: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Dok Partai Gerindra)

Generasi.co, NUSANTARA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendorong pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai destinasi wisata olahraga (sports tourism) dan wisata kebugaran (wellness tourism).

Rahayu mengusulkan penyelenggaraan kegiatan Fun Run secara berkala di kawasan IKN untuk menarik wisatawan sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Dengan lampu-lampu ini saya rasa desain lighting outdoor bisa sangat berpengaruh dan itu menjadi hal yang bisa kita dorong untuk adanya kegiatan-kegiatan wisata kebugaran atau wellness tourism, termasuk sports tourism,” ujar Rahayu, 13/7.

Usulan tersebut disampaikan Rahayu saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Nusantara, Kalimantan Timur.

Menurut politikus Gerindra itu, kawasan IKN memiliki suasana yang mendukung untuk kegiatan olahraga masyarakat, terutama pada malam hari. Ia menilai penataan pencahayaan kawasan dapat menjadi daya tarik tambahan untuk mengembangkan wisata berbasis kebugaran.

Rahayu mengatakan penyelenggaraan Fun Run tidak hanya berdampak pada sektor olahraga dan pariwisata, tetapi juga dapat menciptakan efek ekonomi berantai bagi masyarakat.

“Multiplier effect-nya luar biasa. Pertama mendatangkan wisatawan, yang kedua dengan datangnya wisatawan berdampak bagi UMKM, food and beverage, mungkin bahkan suvenir dan seterusnya. Itu akan menjadi daya tarik dan menambah nilai yang luar biasa. Saya rasa itu jadi satu kegiatan yang bisa diadakan mungkin setiap tiga bulan,” terangnya.

Ia menilai peningkatan aktivitas wisata di IKN dapat membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor makanan dan minuman, hingga penjualan produk lokal.

Rahayu juga berharap IKN tidak hanya berkembang sebagai pusat pemerintahan, tetapi menjadi pintu masuk wisatawan untuk mengenal berbagai destinasi di Kalimantan Timur.

Menurutnya, pengembangan desa wisata dan potensi budaya lokal di sekitar kawasan IKN perlu terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.

“Kalau misalkan IKN ini bisa menjadi pemantik untuk membawa para wisatawan keliling ke daerah-daerah sekitar, itu menjadi insentif untuk desa-desa di sekitar IKN mengembangkan wisatanya masing-masing. Banyak hal yang saya rasa bisa dikembangkan untuk kembali lagi menghadirkan multiplier effect,” pungkasnya.